Sabtu, 23 Jan 2021 10:32
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Menjaga Lahan Jangan Sampai Terbakar, Warga Muara Batang Toru Diberi Dana Rp1,125 Milyar

Menjaga Lahan Jangan Sampai Terbakar, Warga Muara Batang Toru Diberi Dana Rp1,125 Milyar

Tapsel (utamanews.com)
Oleh: Putra
Senin, 16 Nov 2020 14:36
Istimewa
Penandatanganan kontrak antara masyarakat dengan Wetlands International Indonesia, untuk menjaga lahan mereka dari potensi kebakaran dan banjir di Muara Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Ismaini Boru Munthe, wanita berusia 40 tahun ini terlihat sedih. Namun kesedihannya karena bahagia. Pasalnya, ia dan warga lainnya tidak menyangka akan mendapat dana yang bisa digunakan untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.

"Saya dan warga lainnya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak dari Yayasan Lahan Basah/Wetlands Internasional Indonesia. Atas pendanaan yang akan diberikan kepada kami dan mengajari kami untuk menjaga lingkungan kami," ujar Ismaini saat memberikan testimoninya, di Kelurahan Muara Manompas, Kecamatan Muara Batang Toru, akhir Oktober 2020 lalu.

Ismaini mengatakan, baru kali ini ada pihak yang peduli pada lingkungan mereka dan mau pula memberikan dana. Meskipun awalnya sebagai bentuk pinjaman, namun ia akan berusaha untuk menjaga lahan miliknya agar dana yang akan diberikan bisa berubah menjadi hibah.

"Harapannya seperti itu, dan ini sebagai penyemangat dan pendorong bagi kami untuk lebih peduli kepada lingkungan kami," kata Ismaini sumringah.

Bagian Pemberdayaan Masyarakat dari Wetlands Internasional Indonesia (NGO), Didi Fitrianto, Senin (16/11/2020), mengatakan, Yayasan Lahan Basah (YLBA) atau Wetlands Internasional Indonesia memilih Kelurahan Muara Manompas dan sekitarnya yang berada di Kecamatan Muara Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara sebagai lokasi program proyek mereka, setelah melakukan kajian. Karena, di wilayah itu memiliki lahan basah (gambut) yang cukup luas dan sering kali terjadi bencana kebakaran maupun banjir.


"Kami memilih lokasi untuk program proyek pemberdayaan masyarakat disini, setelah melakukan kajian. Dan di daerah ini memang sering kali terjadi kebakaran lahan juga banjir," kata Didi.

Didi menyampaikan, di daerah itu, baru-baru ini telah terjadi kebakaran lahan diperkirakan mencapai 60 hektare yang berada di kawasan lahan basah. Dan kehadiran mereka, untuk memberikan edukasi bagi masyarakat agar bisa menjaga lahannya dari bencana tersebut.

"Dan sangat tidak mungkin, kami hadir memberikan edukasi, mengajak warga menjaga lahan dan lingkungan mereka, namun perut mereka masih 'lapar'. Untuk itu, kami hadir memberikan program yang bisa meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat setempat," ucap Didi.

Didi mengatakan, adapun program yang diberikan yaitu adaptasi, mitigasi melalui konservasi dan penghidupan berkelanjutan ekosistem gambut dan mangrove indonesia (PME), dan program EU Devco/ECO DRR (Peningkatan Ketangguhan Masyarakat melalui Ecosystem-based Disaster Risk Reduction).

"Tujuannya, agar masyarakat bisa mandiri menjaga dan mengurangi risiko bencana di daerahnya, juga sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka," ujar Didi.


Didi menerangkan, untuk program Devco, sudah ada 15 kelompok masyarakat (per kelompok 10 orang) yang dibentuk. Setiap kelompok, rata-rata memiliki lahan basah seluas 8 sampai 10 hektare.

Lahan-lahan tersebut, akan dijaga selama 14 bulan. Tidak boleh sampai terjadi kebakaran, apalagi membuka lahan dengan cara membakar. Juga akan ditanami dengan tanaman-tanaman lahan basah seperti jelutung, rumbia dan pakkat (rotan).

"Tanaman yang ditanam juga memiliki nilai ekonomis, seperti jelutung, kayunya bisa dipakai sebagai bahan baku membuat pensil, dan getahnya bisa untuk bahan baku permen karet dan alat kontrasepsi. Jadi memang bernilai," ucap Didi.

Setiap kelompok, mendapat dana dengan bentuk pinjaman sebesar Rp75 juta. Dan dengan dana tersebut, masyarakat bisa menggunakannya untuk meningkatkan kehidupan mereka dengan membuka usaha kecil dan kegiatan ekonomi lainnya.

"Nah, jika selama satu tahun, lahan yang mereka miliki dijaga dan tidak ada pernah terjadi kebakaran, maka dana yang mulanya sebagai bentuk pinjaman akan berubah menjadi hibah. Begitu juga dengan tanaman yang ditanam di atas lahan tersebut harus tumbuh 75 persen," ujar Didi.


Didi menyampaikan, total dana untuk satu program itu mencapai Rp1,125 milyar. Dan akan ada juga program lainnya dengan jumlah yang sama, namun dikuatkan untuk mitigasi terhadap bencana.

"Setelah ini nanti akan ada lagi program PME, itu ada 20 kelompok namun lebih kepada mitigasi. Seperti membuat sekat kanal, dan membentuk tim peduli api serta banjir," ungkap Didi.

Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat, Vernando M Aruan mengatakan, pihaknya juga melakukan budidaya ikan lele di lahan gambut masyarakat yang sudah disekat kanal. Dan hasilnya juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Wetlands hadir untuk mengimplementasikan program restorasi gambut berbasiskan masyarakat, untuk pengurangan risiko bencana dan mitigasi perubahan iklim di Muara Manompas, dan Desa Terapung Raya, Muara Batang Toru. Karena, melihat kondisi kerentanan bencana juga sebagai upaya penyadartahuan bagi masyarakat.

"Apalagi pada bulan ini masuk musim penghujan dan rawan terjadi banjir ditambah lagi fenomena La Nina yang akan meningkatkan curah hujan. Dan kami sudah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegahnya," ucap Aruan.



Kurang Suport Pemerintah Daerah

Aruan menyebut, kegiatan yang mereka lakukan tersebut murni tanpa pamrih dan tidak mencari keuntungan. Namun mereka menyesalkan, kurangnya support dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang notabene sebagai pihak yang seharusnya terlibat.

"Memang ada sedikit kekecewaan. Karena setiap kita adakan kegiatan, pihak Pemkab selalu jarang hadir. Padahal kegiatan ini sangat berguna untuk daerah lainnya," ujar Aruan.

Aruan berharap, dengan kegiatan yang sudah mereka lakukan selama setahun ini bisa berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat setempat dan memberikan pengetahuan untuk lebih peduli kepada lingkungan.

"Targetnya, daerah yang ada ini bisa menjadi daerah yang mandiri, masyarakatnya peduli terhadap risiko bencana, semakin sejahtera dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa dan daerah lainnya yang ada di Indonesia, khususnya di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara", pungkas Aruan.

Editor: Windra

T#g:GambutKarhutlaMitigasi
Berita Terkait
  • Rabu, 13 Jan 2021 04:13

    Koramil 0824/20 Gumukmas Lakukan Penghijauan Bersama Masyarakat

    Dalam rangka mengantisipasi bencana banjir dan pemanasan global, pada Selasa (12/01/2021), Koramil 0824/20 Gumukmas melakukan Karya Bakti TNI penghijauan lahan kosong Desa Tembokrejo Kecamatan Gumukm

  • Jumat, 04 Des 2020 23:04

    BPSDM Sumut Sudah Bisa Selenggarakan Diklat Penanggulangan Bencana

    Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menerima Surat Keputusan (SK) Akreditasi Pendidikan Kilat Teknis Penanggulangan Bencana dari Badan Nasional Penanggulanga

  • Selasa, 24 Nov 2020 12:24

    Dandim 0824/Jember: Siaga On Call Kodim Untuk Antisipasi Perkembangan Situasi Wilayah

    Hal tersebut disampaikan Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode  Nurdin saat kami wawancarai diruang kerjanya, pada Senin 23/11/2020, berkaitan dengan pelaksanaan siaga on call sebanyak satu pleton

  • Senin, 09 Nov 2020 20:59

    Irman Pimpin Apel Tanggap Bencana di Mapolres Sergai

    Pjs Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Ir H Irman pimpin Apel Kesiapan Antisipasi Bencana Alam Tahun 2020 bertempat Halaman Mapolres Serdang Bedagai, di Sei Rampah, sekitar Pukul 09.00 Wib s/d selesai.

  • Senin, 09 Nov 2020 16:39

    Antisipasi Bencana Alam, Gubsu Minta Ada Posko Bersama di Daerah Rawan

    Memasuki musim penghujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), Kepolisian Daerah (Polda) Sumut dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Kesiapan Antisipasi Bencana Alam, di

  • Senin, 09 Nov 2020 13:39

    Walikota Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam di Tebing Tinggi

    Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di Tebingtinggi, Senin (9/11/2020) di Halaman Mapolres Tebingtinggi.Hadir dalam apel tersebut, Kap

  • Senin, 09 Nov 2020 12:19

    Gubsu Apresiasi Kapolda Sumut, Sigap Antisipasi Bencana Alam

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin MSi laksanakan Apel Kesiapan Antisipasi Bencana Alam di Wilayah Sumut bertempat di Lapangan KS Tubun Ma

  • Senin, 09 Nov 2020 12:09

    Forkopimda Labuhanbatu Raya Gelar Rakor Kesiapan Antisipasi Bencana Alam Pilkada Serentak Mendatang

    Forkopimda Labuhanbatu Raya menggelar Rapat kordinasi kesiapan antisipasi bencana alam pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, di ruang Rapat Polres Labuhanbatu, Senin (9/11/20).Rapat dimaksu

  • Jumat, 06 Nov 2020 12:26

    Polri Siapkan Diri Antisipasi Bencana Alam di Puncak Musim Penghujan Awal 2021

    Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menyiapkan sejumlah langkah guna antisipasi meningkatnya curah hujan akibat fenomena La Nina yang dapat menyebabkan terjadinya bencana alam di sejuml

  • Jumat, 23 Okt 2020 12:23

    Tim Gabungan Korem 174 Merauke Berhasil Padamkan Karhutla

    Tim Gabungan Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap (Korem 174/ATW) Merauke berhasil memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kebun Coklat, Distrik Tanah Miring, Kab. Merauke, Provinsi Pa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak