Mengaku diteror sekelompok orang yang menggunakan Senjata Tajam (Sajam) dan menyatroni rumah rumah warga, sekitar 100 orang masyarakat dari Beguldah Lingkungan V Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, yang didominasi oleh emak emak, mendatangi Polres Binjai untuk meminta perlindungan, Rabu (17/8).
Menurut informasi yang diterima awak media dari warga yang datang ke Polres Binjai, sebelumnya pada Rabu (17/8) dinihari sekira pukul 02.00 Wib, terjadi kebakaran rumah seorang warga yang diketahui bernama Iwan di Beguldah, Lingkungan V Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan.
Tak berselang lama, atau sekira pukul 03.00 Wib, ungkap warga, datang sekelompok massa ke Beguldah yang diperkirakan berjumlah 40 orang dan membawa Sajam sembari mengelilingi rumah rumah warga.
"Massa yang menggunakan Sajam tersebut juga mendatangi dan melempari rumah JA dan AI serta kandang lembu milik JS," ungkap salah seorang emak emak yang datang ke Mapolres Binjai, sembari meminta agar namanya jangan dituliskan dengan alasan keamanan.
Lebih lanjut dikatakan warga, merasa terancam karena didatangi sekelompok orang dengan membawa Sajam, AI menjadi takut dan memutuskan tetap berada di dalam rumahnya.
"Ada sekitar 12 unit kereta (Sepeda Motor-red) dan 3 unit mobil yang datang," ungkap warga lainnya, seraya menambahkan bahwa sebagian orang dari kelompok massa tersebut menggunakan atribut Ormas sambil mengepung rumah AI sembari mengeluarkan ucapan yang menakuti nakuti.
Beruntung, petugas Kepolisian dari Polsek Binjai Selatan yang dipimpin oleh Kapolsek Kompol Eva Sinuhaji, segera turun ke lokasi sembari melakukan penyelidikan ke rumah warga yang sebelumnya dilalap sijago merah.
Emak emak tersebut juga mengatakan, pada saat melakukan penyelidikan di rumah warga yang terbakar, personil Polsek Binjai Selatan sempat melihat sejumlah orang dengan membawa Senjata tajam di areal sekitar.
"Polisi akhirnya melakukan tembakan peringatan ke udara kurang lebih sebanyak tiga kali untuk membubarkan massa yang membawa senjata tajam dan akhirnya kabur," ungkap emak emak yang juga mengaku ikut menyaksikan peristiwa itu.
"Kami warga Beguldah merasa takut dengan kejadian ini. Untuk itu kami warga Beguldah datang kesini (Mapolres Binjai) untuk meminta perlindungan dan kami tidak akan kembali ke rumah kami bila kedatangan kami tidak ditanggapi," tegas warga Beguldah yang menggeruduk Mapolres Binjai.
Ratusan warga Beguldah tersebut juga membuat laporan secara tertulis ke Polres Binjai, serta meminta aparat Kepolisian dapat menangkap para pelaku yang sudah meresahkan mereka dan memproses secara hukum.
Terpisah, Kapolsek Binjai Selatan Kompol Eva Sinuhaji, saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp guna melakukan konfirmasi dan memastikan peristiwa itu, namun dirinya belum mengangkat telpon dari awak media.