Lagi lagi, sekitar 100 orang warga Beguldah, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan yang didominasi oleh emak emak, mendatangi Polres Binjai, Kamis (18/8) siang, sekira Pukul 14.00 Wib.
Selain ke Polres Binjai, warga Beguldah juga menggeruduk Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, yang beralamat di Jalan Jend Sudirman, Kecamatan Binjai Kota.
Pantauan awak media di Kantor Pemko Binjai, dengan dikawal oleh puluhan personil dari Polres Binjai dan Kodim 0203/LKT serta Satpol PP Binjai, warga mengaku jika kedatangan mereka ingin meminta perlindungan dan keadilan kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum.
Seperti yang diungkapkan oleh Yuni br Ginting, salah seorang warga Beguldah, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, yang ikut ke Kantor Pemko Binjai. Menurutnya, selama ini warga (Beguldah) kerap diintimidasi oleh segerombolan Orang Tidak Dikenal (OTK).
Puncaknya, sambung wanita ini, pada saat rumah seorang warga Beguldah yang bernama Iwan Sitepu, dilalap sijago merah dan nyaris rata dengan tanah pada Rabu (17/8) dinihari, sekira Pukul 02.00 Wib.
"Selama ini kami kerap diintimidasi oleh sekelompok orang atau orang orang suruhan yang kami duga disuruh oleh para preman. Puncaknya kemarin saat terjadi kebakaran dirumah Iwan Sitepu," ungkap Yuni sembari menangis karena mengaku takut mendapat intimidasi," ungkapnya.
Lanjut Yuni, sekitar setengah jam pada saat api berasil dipadamkan oleh warga, tiba tiba datang sekelompok orang dengan memakai atribut Ormas sembari menenteng Senjata tajam jenis Kelewang.
"Bukannya pemadam kebakaran tetapi malah puluhan massa dengan memakai atribut ormas yang datang dengan menggeber geber kereta (Sepeda Motor-red) sambil menenteng kelewang dan membawa panah beracun," urai Yuni sembari dibenarkan oleh seluruh rekan rekannya.
Beruntung buat warga sekitar, tak berselang lama segerombolan OTK itu datang, personil kepolisian dari Polsek Binjai Selatan, tiba dilokasi untuk mengamankan situasi.
"Setelah polisi meletuskan senjata ke udara sekitar 8 kali, barulah para OTK itu pergi. Silahkan OKP datang kesini, tapi jangan membawa Sajam," beber Yuni, seraya menambahkan bahwa segerombolan OTK beratribut Ormas itu selanjutnya pergi kearah tali air.
Disinggung apa tujuan kedatangan mereka ke Kantor Pemko Binjai, dengan kompak warga menjawab bahwa mereka ingin meminta perlindungan dan keadilan dari Pemerintah.
Tidak hanya itu, massa dengan tegas juga meminta Pemerintah segera menutup galian C ilegal yang sudah puluhan tahun beroperasi dan tidak tersentuh oleh hukum.
"Kami juga meminta pemerintah bertindak tegas menutup galian C ilegal yang sudah beroperasi sekitar 20 tahun sehingga menyisakan kesengsaraan buat kami. Sumur kami kering dan kami tidak bisa bertani karena adanya aktifitas ilegal ditempat kami. Selama ini kami sudah cukup resah karena kami terus diintimidasi," teriak warga seraya meneriakkan agar Galian C ilegal yang dimaksud segera ditutup.
Para emak emak tersebut juga mengaku akan terus bertahan di Kantor Pemko Binjai, hingga mereka aman dan para pelaku teror ditangkap.
"Kalau dikasi tidur disini, kami akan bawa bantal dan selimut. Biarlah uang kami habis untik makan disini, yang penting kami aman dan pelaku terornya ditangkap," tegas emak emak.
Kedatangan warga akhirnya disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai H Irwansyah Nasution, serta Kasatpol PP Ardiansyah Putra Pohan. Akhirnya, beberapa perwakilan masyarakat Beguldah dipersilahkan untuk menyampaikan aspirasinya disalahsatu ruangan yang ada di Kantor Pemko Binjai.
"Sekda tadi menerima kita dengan baik. Beliau berjanji apa yang menjadi keluhan kami akan segera disampaikan kepada atasannya. Apapun hasilnya nanti akan segera disampaikan kepada kami dan juga dilaporkan ke Pak Camat dan Lurah kami," beber salah seorang perwakilan warga usai menemui Sekda Kota Binjai.
Sedangkan untuk keamanan, lanjut wanita berkacamata ini, Sekda tadi mempersilahkan warga untuk mempertanyakan ke Polres Binjai.
Diketahui, sehari sebelumnya, masyarakat Beguldah juga mendatangi Polres Binjai untuk meminta perlindungan dan keamanan dari aparat Kepolisian.