Kapolres Tapteng Ajak Media Luruskan Fakta 2 Anggotanya Korban Pemukulan dan Hoax
Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis
Selasa, 04 Nov 2025 07:45
Istimewa
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, didampingi Wakapolres bersama Kasi Propam, Kasi Humas dan Kabag Ops Polres Tapanuli Tengah, ketika diwawancarai jurnalis.
Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng), AKBP Wahyu Endrajaya, mengajak insan pers dan media massa untuk menjadi garda terdepan dalam meluruskan informasi bohong atau hoax dan menjaga kondusivitas wilayah.
Ajakan tegas ini disampaikan menyusul insiden penyerangan dan pemukulan terhadap dua personel Satuan Intelkam Polres Tapteng yang sedang bertugas mengamankan unjuk rasa di Jalan Raja Junjungan Lubis, Kelurahan Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Kapolres Tapteng membantah keras tuduhan yang menyebut dua anggotanya sebagai provokator kericuhan. Ia menegaskan bahwa BRIGADIR W.M. dan BRIPDA CCT justru menjadi korban pemukulan dan intimidasi saat menjalankan tugas negara.
“Tuduhan yang menyebut dua personel Satuan Intelkam Polres Tapteng sebagai provokator kericuhan adalah tidak benar. Mereka adalah korban saat bertugas. Saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi,” tegas AKBP Wahyu Endrajaya.
Dalam keterangannya, AKBP Wahyu Endrajaya menyoroti peran strategis media dalam meluruskan fakta di tengah masyarakat.
“Kami berharap media menjadi mitra utama kami dalam meluruskan informasi negatif ini. Mari bersama-sama kita jadikan media sebagai garda untuk meluruskan berita yang belum tentu kebenarannya, menegakkan keadilan, dan menyampaikan fakta yang sebenarnya kepada publik, demi menjaga Kabupaten Tapanuli Tengah tetap kondusif," ungkap Kapolres Tapteng.