Sehari pasca terjadinya bentrok antar dua kelompok massa, yaitu warga Beguldah dan Kelompok Tani Mekar Jaya yang terjadi kemarin, Kamis (24/11), Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting, meminta kepada kedua kelompok tersebut untuk sama sama menahan diri agar tidak ada korban dari pihak manapun.
Hal itu ditegaskan orang nomor 1 di Polres Binjai tersebut saat dikonfirmasi awak media, Jumat (25/11). Sebab menurutnya, dengan menahan diri, tentunya meminimalisir terjadinya benturan massa kembali. Apalagi kedua kubu sebelumnya pernah bentrok hingga menyebabkan adanya korban yang mengalami luka.
"Saya meminta kepada kedua kelompok warga yang berseteru untuk sama sama menahan diri dan menghindarkan terjadinya bentrokan," tegas Kapolres Binjai saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Sebagai Kapolres Binjai, Perwira Menengah Polisi ini juga berjanji dalam waktu dekat akan memanggil perwakilan dari kedua kelompok warga bersama dengan Walikota Binjai, guna mencari solusi terhadap persoalannya.
"Dalam waktu dekat akan memanggil perwakilan dari kedua kelompok massa bersama dengan Walikota Binjai. Pertemuan itu nantinya guna menvari solusi terkait dengan sengketa lahan," urainya.
Diketahui, kisruh antar warga yang berada di Kecamatan Binjai Selatan ini dikarenakan kedua kubu ingin menguasai lahan garapan eks HGU PTPN II.
Menurut beberapa sumber, awalnya lahan eks HGU PTPN ll ini digarap oleh Kelompok Tani Mekar Jaya. Mereka menanami berbagai tanaman seperti Palawija.
Seiring berjalan waktu, warga Beguldah yang juga berprofesi sebagai petani juga ingin ikut bercocok tanam di lahan tersebut. Namun niat itu mendapat penolakan sehingga kerap terjadi bentrokan antar sesama warga yang mengatasnamakan petani.
Dalam bentrok antar kedua kubu tersebut, tak jarang terjadi jatuh korban yang mengalami luka luka.
Polres Binjai yang langsung turun ke lokasi juga sudah berulang kali melakukan mediasi agar tidak terjadi bentrokan, hingga mendirikan Pos Polisi di lokasi tersebut.
Seperti yang terjadi kemarin, Kamis (24/11). Perselisihan antar Masyarakat Desa Beguldah, Kecamatan Binjai Selatan dengan Kelompok Tani (Poktan) Mekar Jaya, kembali terjadi.
Kali ini, perselisihan yang berujung bentrok terjadi di Jalan Gunung Singgalang, Dusun V Beguldah, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan.
Kerapnya perselisihan antar kedua belah pihak dan bahkan tidak jarang menimbulkan korban tersebut dipicu perebutan lahan eks HGU PTPN II. Sebab selama ini kedua belah pihak menggunakan lahan tersebut untuk mereka bercocok tanam (berladang).
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun awak media dari beberapa sumber, dalam perselisihan tersebut, kedua belah pihak saling lempar batu. Bahkan beberapa saksi melihat ada warga yang menggunakan panah serta senapan Gejlug untuk digunakan dalam penyerangan.
Akibatnya, salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut menjadi korban luka tembak senapan Gejluk.
Adapun korban yang terluka akibat terkena tembakan Senapan Gejluk tersebut menurut warga adalah Acun (48) seorang petani warga Jalan Sei Bangkatan, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan.
Guna mendapatkan perawatan medis, korban akhirnya dibawa ke sebuah Klinik yang berada Pasar V Kelurahan Bakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan.
Sementara itu, Polres Binjai melalui Kasi Humas Iptu Junaidi, saat dikonfirmasi awak media terkait adanya bentrok tersebut hingga kini belum menjawab.
Beruntung bentrok tersebut segera berhenti setelah personil Polisi Polsek Binjai Selatan dan Polres Binjai turun ke lokasi guna mengamankan keadaan. Akhirnya, sekira pukul 16.00 Wib, kedua belah pihak yang berseteru membubarkan diri.