Curah hujan tinggi, warga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yang bermukim di wilayah pebukitan diingatkan untuk tetap waspada akan bencana longsor.
Helmi Mashudi Nasution, pemerhati lingkungan di Tapanuli Tengah saat ditemui di Pandan menyebut, kewaspadaan akan bencana sangat penting guna menghindari terjadinya korban jiwa.
"Kita tahu Sibolga dan Tapteng memiliki catatan tentang bencana banjir dan longsor, bahkan beberapa tahun lalu, banjir dan longsor yang terjadi di kedua daerah ini sampai merenggut korban jiwa," ujarnya Sabtu (18/11/2023).
Pria yang akrab disapa Bung Hot ini, juga mengingatkan warga yang bermukim di bantaran sungai tepi pantai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan pada musim penghujan ini, sebab kata Helmi, intensitas curah hujang yang tinggi bisa menjadi pemicu terjadinya banjir.
"Ya harus tetap waspada, dengan curah hujan yang tinggi ini boleh memantik terjadinya banjir, jadi harus tetap waspada," imbaunya.
Ditempat terpisah Dedy Pasaribu, warga Aek Muara Pinang Sibolga Selatan, Kota Sibolga berharap musim penghujan ini tidak sampai memicu terjadinya banjir.
"Saya trauma dengan banjir karena pernah mengalaminya. Sampai sepinggang tinggi air di rumah," ungkapnya.
Selain berharap tidak terjadi bencana, Helmi Mashudi Nasution maupun Dedy Pasaribu sepakat pemerintah daerah untuk terus melakukan upaya antisipasi bencana seperti, merawat kelestarian lingkungan, melakukan normalisasi sungai dan perbaikan drainase untuk menghindari terjadinya banjir dan longsor.
Dikutip dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk Kota Sibolga dan Tapteng diprediksi terjadi hujan dan petir. Suhu 27 derajat dan kelembaban 96 %, dengan kecepatan angin 6 km/jam.