Sejumlah anggota kelompok tani di wilayah Gunung Melayu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi jenis Phonska, Minggu (24/5/2026). Keluhan tersebut muncul setelah para petani memperoleh informasi bahwa stok pupuk subsidi disebut telah habis.
Informasi itu disampaikan pengurus kelompok tani bernama Dewo bersama pengurus kelompok tani (Poktan) Dusun III Gunung Melayu kepada para anggota kelompok tani di wilayah tersebut.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan para petani karena pupuk subsidi dinilai sangat dibutuhkan untuk menunjang perawatan tanaman di tengah tingginya biaya produksi pertanian saat ini.
Sejumlah petani mengaku heran lantaran pemberitahuan mengenai habisnya stok pupuk disampaikan secara tiba-tiba, sementara sebagian anggota kelompok tani mengaku belum sempat melakukan penebusan pupuk sesuai jatah yang telah ditetapkan.
“Katanya pupuk sudah habis, padahal banyak anggota belum mengambil jatah. Kami jadi curiga ada permainan,” ujar salah seorang anggota kelompok tani yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Menurut para petani, kelangkaan pupuk subsidi jenis Phonska tersebut dinilai tidak wajar karena kebutuhan pupuk di kalangan petani masih cukup tinggi, terutama untuk mendukung produktivitas tanaman pada musim tanam saat ini.
Mereka menduga terdapat ketidakterbukaan dalam proses penyaluran pupuk subsidi di tingkat kelompok tani sehingga menimbulkan keresahan di kalangan petani kecil.
Selain itu, para petani berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat turun langsung melakukan pengecekan terhadap distribusi pupuk subsidi agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan tidak merugikan anggota kelompok tani lainnya.
“Kalau memang stok habis, harus jelas ke mana pupuk itu disalurkan. Jangan sampai ada oknum yang bermain sementara petani kecil kesulitan mendapatkan pupuk,” ungkap petani lainnya.
Para petani juga meminta adanya transparansi data penerima dan jumlah pupuk subsidi yang telah disalurkan kepada masing-masing kelompok tani agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan di lapangan.
Kelangkaan pupuk subsidi dinilai dapat berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian masyarakat karena pupuk menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menjaga kualitas dan hasil panen.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus kelompok tani terkait dugaan kelangkaan maupun mekanisme penyaluran pupuk subsidi tersebut.
Sementara itu, para petani berharap dinas terkait maupun aparat berwenang segera melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap distribusi pupuk subsidi agar penyalurannya berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.