Senin, 25 Mei 2026
Istri Oknum Pejabat Lapas Sibolga Diduga Kendalikan BAMA, IG: Salahnya Dimana?
Sibolga (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Minggu, 24 Mei 2026 22:25
Lapas Kelas IIA Sibolga.
Istimewa

Lapas Kelas IIA Sibolga.

Proyek Pengadaan Bahan Makanan (BAMA) untuk warga binaan dan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga, Jalan M.Hazairin, Kelurahan Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), diduga kuat sarat akan benturan kepentingan dan indikasi praktik nepotisme.

Pasalnya, proyek logistik bernilai fantastis tersebut ditengarai dikendalikan langsung oleh IG, yang tak lain adalah istri dari salah satu pejabat di Lapas Kelas IIA Sibolga, yakni berinisial SSB.

Informasi yang dihimpun awak media dari seorang sumber, menduga keterlibatan pasangan suami istri (Pasutri) itu bermula ketika vendor lama, Riswanda, mundur karena sesuatu hal. Alih-alih melakukan proses tender ulang secara transparan dan akuntabel sesuai hukum pengadaan barang/jasa pemerintah, proyek kakap ini diduga langsung dicaplok secara sepihak oleh lingkaran dalam Lapas Kelas IIA Sibolga.

"Dulu Riswanda pemasoknya di Lapas Sibolga. Karena dia gak sanggup, jadi berhenti seperti itu. Karena gak ada pemasok, diambil alih suami istri ini (SSB dan IG) lah BAMA itu. Karena dia (SSB) dulu bendahara, dia lah yang mencari orang-orangnya atau diambil alih," ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Disebutkan, indikasi modus operandi yang berjalan di lapangan terbilang rapi namun kasat mata. Selain itu, dugaan untuk menyamarkan keterlibatan dari endusan hukum, pasutri tersebut diduga menggunakan dua orang mantan warga binaan (Warbin) berinisial HP dan S sebagai operator lapangan untuk berbelanja logistik.

Sumber juga menyebutkan, kedua mantan Warbin tersebut mustahil memiliki modal hingga miliaran rupiah untuk mendanai pengadaan BAMA berskala besar di Lapas Kelas IIA Sibolga, jika tidak disuntik dana oleh aktor intelektual di balik layar.

"Orang itu (suami istri) pemainnya (BAMA). Dibuat mereka lah (HP dan S) ini yang belanja, tapi orang itu yang disuruh IG, di back-up Suaminya (SSB) atau main di balik layar. Karena gak ada modal orang si Hendrik sama si Sahat itu," beber sumber.

Ia juga menduga bahwa kendaraan operasional berupa mobil pick-up yang digunakan untuk mengangkut BAMA dibeli oleh S mantan warga binaan.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Karena (SSB) suaminya sibuk di kantor, jadi istrinya (IG) yang mengontrol di lapangan," ucapnya menceritakan peran pasutri tersebut.

Tidak sampai disitu saja, menurut pria yang identitasnya tak ingin di publikasikan itu, menyampaikan secara regulasi pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintah wajib melalui mekanisme pihak ketiga yang independen, demi menghindari monopoli dan korupsi.

Sambung sumber, dugaan keterlibatan istri dari seorang Pejabat startegis di Lapas Kelas IIA Sibolga, semakin memperjelas indikasi dari tindakan pasutri itu mengangkangi aturan hukum yang berlaku.

iklan peninggi badan
Keberadaan dugaan aroma kongkalikong ini kian benderang saat awak media melakukan konfirmasi langsung. Ketika dihubungi via handphone, IG awalnya membenarkan terkait urusan pengadaan BAMA tersebut. Namun, sepertinya ia mendadak panik dan langsung memutus sambungan telepon secara sepihak saat mengetahui bahwa menghubungi adalah wartawan yang tengah mengendus pengadaan tersebut.

"Iya benar. Dengan siapa ini," ucap IG dengan singkat sebelum buru-buru mematikan panggilan telfonnya.

Tak berhenti di situ, awak media juga melayangkan konfirmasi tertulis melalui aplikasi WhatsApp guna mempertanyakan transparansi anggaran, potensi benturan kepentingan, hingga kesiapannya jika sewaktu-waktu dilakukan audit independen mendadak terhadap kualitas bahan makanan mentah yang masuk ke Lapas Kelas IIA Sibolga.

Menanggapi pesan tersebut, jawaban IG dinilai mulai tidak konsisten atau berbelit-belit, dan terkesan panik mencari alasan untuk mengelabui wartawan.

"Tau (Tahu) nomor saya dari mana? Kita bukan oknum pegawai ya Pak. Dan salahnya di mana ya Pak?" tulis IG membalas pesan konfirmasi wartawan, seperti mencoba membela diri.

Seperti menyadari pernyataannya terkesan blunder, selang waktu 9 menit kemudian istri dari salah satu pejabat di Lapas Kelas IIA Sibolga itu kembali mengirimkan pesan lanjutan yang dinilai isinya berbalik arah 180 derajat, dan membantah keterlibatannya dalam bisnis logistik di tempat suaminya berdinas.

"Ok, selamat malam juga. Untuk info tersebut tidak akurat. Saya tidak pernah ikut campur urusan pekerjaan suami saya dan urusan Bama di Lapas Sibolga," tulis IG seperti mencoba menyangkal pengakuan awalnya.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi dengan SSB begitu juga dengan Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, terkait dugaan pengadaan BAMA di Lapas Kelas IIA Sibolga yang berpotensi merugikan hak-hak dasar warga binaan dan keuangan negara ini.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later