Sabtu, 23 Mei 2026
Guncang Perekonomian Petani, Harga Sawit di Labura Anjlok Berturut-turut
Labuhanbatu Utara (utamanews.com)
Oleh: Indar Muda Sabtu, 23 Mei 2026 08:48
Istimewa

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu Utara kembali mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir.
 
Sejak tanggal 18 Mei hingga 21 Mei 2026, harga sawit tercatat terus merosot dari kisaran Rp3.100 per kilogram menjadi sekitar Rp2.520 per kilogram di tingkat pengepul maupun sejumlah pabrik kelapa sawit.

Penurunan harga yang terjadi secara berturut-turut ini membuat banyak petani sawit di Labura mulai mengeluhkan kondisi ekonomi mereka. Pasalnya, sawit masih menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut, khususnya di daerah Kualuh Hulu, Kualuh Selatan, Kualuh Hilir, hingga Aek Kuo.

Para petani mengaku penurunan harga kali ini terasa cukup drastis karena terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Dalam hitungan hari, harga sawit turun lebih dari Rp500 per kilogram. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terlebih biaya perawatan kebun seperti pupuk, racun rumput, biaya panen, hingga ongkos angkut terus mengalami kenaikan.
Salah seorang petani sawit di Kecamatan Kualuh Hulu mengatakan bahwa turunnya harga sawit membuat pendapatan petani menurun tajam. Menurutnya, hasil penjualan sawit saat ini tidak lagi sebanding dengan biaya operasional kebun yang harus dikeluarkan setiap bulan.

“Kalau harga terus turun seperti ini, petani kecil yang paling terasa dampaknya. Pendapatan makin sedikit sementara kebutuhan dan biaya kebun tetap tinggi,” ujarnya.

Selain menurunnya pendapatan petani, kondisi tersebut juga mulai berdampak terhadap perekonomian masyarakat kecil di sekitar perkebunan. Beberapa pedagang dan pelaku usaha kecil mengaku daya beli masyarakat mulai melemah akibat harga sawit yang terus turun.

Turunnya harga TBS sawit diduga dipengaruhi oleh melemahnya harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar global. Kondisi pasar ekspor yang belum stabil serta menurunnya permintaan disebut menjadi salah satu faktor utama anjloknya harga sawit di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Utara.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sejumlah petani juga mengaku khawatir karena harga sawit diprediksi masih akan terus mengalami penurunan dalam beberapa hari ke depan. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, dikhawatirkan banyak petani akan kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun biaya perawatan kebun.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah konkret untuk membantu menjaga kestabilan harga sawit.

Petani meminta adanya perhatian serius terhadap kondisi mereka mengingat sektor perkebunan sawit menjadi salah satu penopang ekonomi utama masyarakat di Labuhanbatu Utara.

iklan peninggi badan
Hingga saat ini, para petani hanya berharap harga sawit dapat kembali membaik agar perekonomian masyarakat tidak semakin tertekan akibat penurunan harga yang terus terjadi.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later