Sabtu, 02 Mei 2026

Tolak Kenaikan UMP 8,51%, FSPMI Sumut: Ratusan Buruh Akan Demo

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ichwanur Rabu, 06 Nov 2019 12:06
Tolak Kenaikan UMP 8,51%, FSPMI Sumut: Ratusan Buruh Akan Demo
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2020 sebesar Rp2.499.423. Upah ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2020.

Penetapan UMP tertuang dalam SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/674/KPTS/2019 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Sumatra Utara tertanggal 1 November 2019. Penetapan UMP ini pun sudah ditandatangani Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.
Menyikapi hal itu, FSPMI Sumut menyatakan, menolak kenaikan UMP Sumut yang hanya 8,51 persen. "Kami kecewa karena Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaksakan kenaikan UMP Sumut, tanpa memperhatikan kondisi riil kehidupan para buruh. Dalam kurun 7 tahun terakhir upah buruh di Sumut sudah tertinggal jauh dari daerah lain di Indonesia," kata Sekretaris FSPMI Sumut, Toni Rikson, Selasa (5/11/2019).


"Buruh Sumut meminta harusnya penetapan UMP berdasarkan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) meliputi sandang, pangan, papan para buruh," ujarnya.

Agus menlai, UMP Sumut sudah selayaknya naik di atas 15- 20 persen berdasarkan hasil survei KHL terbaru yang menghitung 84 item KHL, yakni naik menjadi Rp2,7- 3 Juta.

"Gubsu terlalu cepat meneken UMP Sumut, seolah mau cari aman saja. Padahal Dewan Pengupahan Nasional sedang merumuskan penghitungan Upah buruh berdasarkan KHL yang terbaru digodok oleh Dewan Pengupahan Nasional di Jakarta," jelasnya.

produk kecantikan untuk pria wanita
Toni mengungkapkan, Gubernur Sumut sudah dua kali ini memaksakan UMP dengan PP No. 78/2015. "Hal ini menandakan bahwa program beliau (Gubernur- red) kepada kesejahteraan buruh Sumut tidak sesuai dengan janjinya. Untuk itu kita meminta agar Gubsu merevisi kenaikan UMP tersebut," cetusnya.

"Kita meminta agar Gubsu merevisi kenaikan UMP tersebut," cetusnya.

FSPMI, lanjutnya, juga akan melakukan aksi unjuk rasa pada 6 November 2019. "Kita akan terus menggalang massa buruh dan elemen lain untuk aksi bersama melakukan penolakan kenaikan UMP Sumut yang sangat murah itu," pungkasnya.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️