Senin, 27 Mei 2019 03:25

Tangkap dan penjarakan pengusaha yang bayar upah di bawah UMK

Medan (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Rabu, 13 Mar 2019 18:33
Humas DPRD Sumut
Demikian salahsatu isi spanduk yang dibawa seratusan karyawan RS Sari Mutiara, saat berdemonstrasi di DPRD Sumut, Rabu (13/3/2019).

Koordinator karyawan Sari Mutiara, Suaedah, mengatakan dalam orasinya bahwa status mereka kini tidak jelas akibat kondisi RS yang operasionalnya terhenti sejak 20 Februari 2019 lalu.

"Terhitung sejak 20 Februari lalu status RS Sari Mutiara Medan tidak ada kejelasan. Tidak ada operasional sama sekali, pintu gerbang serta jalan masuk menuju RS ditutup total. Penjelasan oleh pihak manajemen RS kepada karyawan tidak ada. Untuk masuk juga tidak diperkenankan", tuturnya.

"Pintu gerbang dikunci, kami tidak dibolehkan masuk. Malah diusir, disuruh pergi," katanya.

Menurut Suaedah, sudah satu tahun terakhir operasional RS Sari Mutiara sepi pasien berobat. Telah dilakukan mutasi terhadap para karyawan. Satu bulan terakhir kondisinya kian memburuk dan ditutup pada 20 Februari. Karyawan dari seluruh bagian perawat, bidan, tenaga administrasi dan security tidak lagi bekerja.


"Tapi tidak ada kejelasan dari pihak manajemen, termasuk tentang nasib kami bagaimana," ujarnya.

Sebelumnya, mereka telah melakukan demonstrasi dengan long march tanggal 1 Maret lalu ke Disnaker Sumut. Hari ini ke Kantor Gubernur dilanjutkan ke DPRD Sumut.

Massa kini tergabung dalam Serikat Pekerja Multisektor Sari Mutiara. Mereka menuntut agar DPRD Sumut mengawasi kinerja Gubernur, khususnya tenaga pengawas Disnaker Sumut terkait penegakan hak-hak karyawan. Misalnya, soal upah yang selama ini dibayar di bawah ketentuan Upah Minimum Kota.

"Kami minta pihak perusahaan dipidanakan karena membayar upah dibawah UMK," kata Suaedah kepada anggota Komisi E DPRD Sumut Syamsul Qodri Marpaung dan Siti Aminah Perangin-angin yang menanggapi aspirasi mereka.

Syamsul berjanji pada karyawan, bulan April ini pihaknya akan memanggil pihak manajemen RS beserta instansi pemerintah terkait guna menyelesaikan tuntutan mereka.

"Kalau nanti pihak RS tidak memenuhi hak-hak karyawan sesuai ketentuan, barulah nanti kami rekomendasikan dipidanakan," pungkasnya.
Editor: Tommy

T#g:aurRS Sari MutiaraUMK
Berita Terkait
  • Rabu, 15 Mei 2019 16:35

    Diskoperindag dan UMKM Palas Gelar Pasar Murah

    Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) dan UMKM, Kabupaten Padang Lawas (Palas) laksanakan kegiatan pasar murah di 12 kecamatan yang tersebar di daerah kabupaten ini.Pantauan wartawa

  • Jumat, 10 Mei 2019 17:10

    Bentrok tidak terjadi, massa pendukung KPU tinggalkan bundaran Bawaslu Sumut

    Apa yang dikhawatirkan masyarakat tidak terjadi. Bentrokan dapat dihindarkan karena massa pendukung KPU meninggalkan bundaran Bawaslu Sumut dan bundaran Adam Malik-Amir Hamzah.Amatan media ini, massa

  • Jumat, 10 Mei 2019 14:50

    Jalan Adam Malik Medan Ditutup, 2 Kelompok Massa Pro dan Kontra KPU Potensi Bentrok

    Ratusan personel kepolisian berdiri di tengah-tengah dua kelompok massa pendukung dan penuntut KPU, dimana hingga saat ini kedua kelompok tersebut nyaris bentrok. Situasi ini berlangsung di jalan

  • Selasa, 07 Mei 2019 23:07

    Kawal Pleno KPU, Warga Medan Kecam "People Power" Oknum Partai Oposisi

    Seribuan warga kota Medan, Sumatera Utara yang tergabung dalam Masyarakat Cinta Indonesia, melakukan aksi unjuk rasa mengecam wacana kubu Capres 02 untuk melakukan "people power".Aksi demonstrasi ini

  • Kamis, 25 Apr 2019 16:15

    Nana KPU Medan: Kami Tidak Akan Pernah Lakukan Kecurangan

    Komisioner KPU Kota Medan Divisi Program, Data dan Informasi, Nana Miranti menyatakan bahwa KPU Medan sebagai penyelenggara Pemilu bekerja sesuai UU.

  • Sabtu, 02 Mar 2019 19:42

    Pesan Presiden kepada Nasabah UMi: Disiplin, Jujur, Kerja Keras

    Presiden Jokowi mengatakan bahwa disiplin, jujur, dan kerja keras adalah kunci sukses dalam berusaha. Hal tersebut disampaikan Presiden saat dirinya berdialog dengan para nasabah Pembiayaan Ultra Mikr

  • Rabu, 23 Jan 2019 19:23

    Mahasiswa Palas Unjuk Rasa, Diduga Dana BOS Dipungli Bos

    Ikatan Mahasiswa Pemuda Peduli Pejuang Rakyat (IMPER TABAGSEL)melakukan aksi unjuk rasa meminta agar permasalahan pungutan liar (Pungli) Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di DinasPendidikan Palas

  • Rabu, 12 Des 2018 17:22

    Pergerakan Tani Indonesia Maluku- Maluku Utara: Naikkan Harga Kopra

    Sekitar 50 orang dari Pergerakan Tani Indonesia Maluku-Maluku Utara melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Aksi yang dipimpin oleh Riswan Sanun

  • Minggu, 02 Des 2018 20:32

    Plt Bupati H. Andi Suhaimi Dalimunthe: Mari Kita Bangkitkan UMKM Labuhanbatu

    "Saya sangat mendukung usaha Syrup Nenas asli dari Labuhanbatu ini, apalagi bahan bakunya juga ada di daerah kita, khususnya di Labuhan Bilik Kecamatan Panai Tengah"

  • Kamis, 15 Nov 2018 20:15

    Komisi VII DPR RI, Ristek Dikti dan LPM Unimed Bantu UMKM Ikan Sale di Tabagsel

    Ristek Dikti dan Komisi VII DPR RI menggandeng Unimed dalam rangka meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat Tapanuli bagian Selatan (Tabagsel) dengan penerapan teknologi tepat guna dalam kegiatan Di

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak