Minggu, 03 Mei 2026

Sehari setelah hari buruh, Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 GL Tobing mogok kerja, pasien terpaksa dipindah

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian Minggu, 03 Mei 2020 08:03
Ilustrasi
 Istimewa

Ilustrasi

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sumut mengkonfirmasi bahwa Tenaga Kesehatan RS Rujukan Covid-19 GL Tobing mogok kerja. Uniknya aksi mogok ini mereka lakukan sehari setelah peringatan internasional untuk buruh/pekerja atau yang populer disebut 'mayday'.

Namun demikian, Juru Bicara (GTPP) COVID-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah menegaskan bahwa RS GL Tobing PTPN2 tetap akan dibuka sebagai rumah sakit rujukan, meski saat ini pasiennya dipindahkan karena tim medisnya sempat mogok kerja.
"Pasien positif COVID-19 dan berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di RS GL Tobing dipindahkan ke RS Martha Friska dengan pertimbangan tim medis sempat mogok dan fasilitas RS Martha Friska Medan lebih memadai," katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (2/5) malam.

Inti dari permasalahan mogok kerja yang dilakukan RS GL Tobing adalah soal gaji.
"Gaji dibayarkan pakai uang negara jadi nggak bisa asal-asalan. Dananya sudah cair, cuma administrasinya harus diverifikasi dulu, jadi memang sedikit terlambat," katanya.

Peristiwa ini mendapat respon negatif dari masyarakat. Dohar, pekerja ojek online di Medan mengaku heran ini bisa terjadi. 

"Cukup mengherankan juga bagaimana kerja pemerintah daerah ini sehingga soal gaji pun bisa terlambat. Sedangkan di pabrik pun udah jarang gaji terlambat. Kasus ini mungkin yang pertama terjadi di Indonesia," ujarnya, Minggu (3/5).

Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️