AR, (27), salah seorang warga Kabupaten Padang Lawas Utara (Kab. Paluta), mantan pekerja di salah satu dealer sepedamotor Honda, PT. Sukses Motor Globalindo yang beralamat di jalan lintas Gunung Tua - Padang Sidempuan Km. 1,5 Kecamatan (Kec), Padang Bolak, Kabupaten Paluta mengeluhkan pemotongan upah yang dialaminya di perusahaan tersebut.
Saat mengungkapkan keluhannya, AR menceritakan, "Upah yang saya terima di bulan Oktober Rp450.000,- (empat ratus lima puluh ribu rupiah) dari yang seharusnya Rp1.100.000,- (satu juta seratus ribu rupiah) tiap bulannya."
"Pada hari Sabtu (30/10/2021) saya mengundurkan diri jadi pekerja dealer sempedamotor tersebut. Lalu ketika dicek barang baterai sepeda motor dengan Nota Selisih Barang (NSB) kurang tiga buah. Jadi berdasarkan itulah gaji saya dipotong sebanyak Rp650.000 (enam ratus lima puluh ribu rupiah). Padahal, kan, batterai itu ada di tempat loker di dalam gedung dialer itu." jelas AR kepada awak media.
Menanggapi hal itu, wartawan UtamaNews menyambangi dealer sepeda motor Honda PT. Sukses Motor Globalindo untuk mengkonfirmasi hal tersebut, Jumat (12/11/2021).
Salah seorang pegawai di bagian Administrasi, Siska mengatakan, "Benar gaji AR masih kita tahan Rp650.000,- (enam ratus lima puluh ribu rupiah) lagi, dan pemotongan upah tersebut berdasar pada sistem Nota Selisih Barang (NSB)."
"Jika hasil akhir perhitungan stock opname kurang maka PT. Sukses Motor Globalindo melakukan pemotongan upah pekerja. Ini udah komitmen secara lisan dengan AR." ujar Siska di hadapan AR dan awak media.
Siska juga menambahkan, "Itu udah tanggung jawab AR, karena itulah tugasnya, yaitu memasang batterai ke sepedamotor dan memanaskan mesin bila ada yang laku."
"Kan, baterai itu disimpan di loker baterai dan loker itu terkunci dan kuncinya hanya AR yang memegang." Imbuhnya.
Saat awak media meminta menunjukkan loker tersebut, awak media melihat bahwa apa yang dikatakan Siska tampak tidak sesuai apa yang dikatakannya tentang loker tersebut yang katanya aman dan terkunci.
Ternyata loker baterai itu tidak memiliki kunci atau sebelumnya sudah rusak kian, dan diduga bisa siapa saja yang menyentuh batterai tersebut dan bisa dilihat bersama melalui Closed Circuit Television (CCTV).
Saat itu juga awak media protes kepada Siska terkait keadaan loker tersebut dan meminta melihat bersama hasil CCTV.
Namun selanjutnya Siska terkesan berkelit dan memberikan keterangan yang berbelit-belit, lalu menelpon atasannya dengan informsi bahwa AR membawa seseorang yang diduga wartawan.
"Kata bos, hari Selasa (16/11/2021) atau hari Rabu (17/11/2021), kita bicarakan bersama solusinya, ya, Pak." ujar Siska.