FSPMI Riau mengutuk tindakan brutal polisi Malaysia yang menyebabkan penembakan dan kematian dua pekerja migran asal Indonesia serta melukai tiga lainnya, mayoritas warga asal Riau. Kejadian yang terjadi di negeri jiran ini menuai kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat dan serikat pekerja, Kamis (06/02/2025).
Ketua DPW FSPMI Riau, Satria Putra, dalam orasinya menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus segera mengusut tuntas peristiwa penembakan tersebut. “Kita tidak bisa diam melihat nasib saudara-saudara kita yang bekerja keras di luar negeri berakhir dengan tragedi seperti ini. Pemerintah harus segera mengambil langkah tegas agar keadilan dapat ditegakkan,” ujar Satria.
Lebih lanjut, Satria juga mendesak agar Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta mempertanggungjawabkan peristiwa penembakan yang telah menelan korban jiwa dan luka-luka. “Tindakan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kedutaan harus memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban atas apa yang terjadi pada hari itu,” tambahnya.
Menanggapi peristiwa tersebut, serikat pekerja yang tergabung dalam aliansi Buruh Riau Bersatu (BRB) bersama mahasiswa setempat telah merencanakan aksi solidaritas. Aksi unjuk rasa akan berlangsung di kantor Konsulat Malaysia di Pekanbaru, Riau. Aksi ini diharapkan dapat menekan pihak terkait untuk memberikan keadilan bagi para korban dan keluarganya.
Peristiwa penembakan ini menjadi sorotan nasional dan mempertegas perlunya perlindungan hukum yang lebih kuat bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri. Masyarakat dan berbagai elemen menuntut agar insiden serupa tidak terulang lagi dan hak-hak pekerja migran dijamin oleh kedua negara.
Sementara itu, pihak berwenang Indonesia didorong untuk segera melakukan penyelidikan mendalam bersama pihak Malaysia guna mengungkap kronologi kejadian dan memastikan terselenggaranya proses hukum yang adil bagi semua pihak yang terlibat.
"Kami akan terus mengikuti perkembangan peristiwa ini dan memberikan informasi terbaru seputar hasil penyelidikan serta respons dari Kedutaan Besar Malaysia," pungkasnya.