Seratusan Buruh Harian Lepas (BHL) yang mayoritas terdiri dari perempuan mendatangi Kantor Perkebunan PT. Nagali Semangat Jaya (PT. NSJ) yang berada di Desa Sonomartani Kecamatan Kualuh Hulu, Senin (12/11/2018), untuk menyampaikan Tuntutan yang menjadi Hak-hak buruh.
Massa tergabung dalam KC. FSPMI Labuhanbatu Raya di bawah Komando Tukiman melakukan aksi sejak pukul 11.00 Wib. Dalam orasinya buruh menuntut agar upah yang dibayarkan perusahaan sesuai dengan UMSK.
Pantauan utamanews.com disaksikan Kades Sonomartani, tujuh orang perwakilan buruh melakukan audiensi yang dihadiri langsung oleh manager Parlaungan Sitorus, akan tetapi hanya menemukan jalan buntu, tidak ada solusi yang didapatkan buruh, padahal tuntutan yang disampaikan hanya beberapa point agar buruh dapat hidup layak.
Poin-poin tersebut antara lain sebagai berikut "Bayarkan seluruh upah buruh jangan digelapkan, berikan alat perlindungan diri dan alat kerja, hentikan sistim pengupahan karyawan PT. NSJ yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan UMSK serta agar perusahan membayarkan kekurangan beras karyawan perkebunan selama ini."
Kepada wartawan, Tukiman menceritakan bahwa selama bekerja mereka tidak pernah dibuatkan kontrak kerja, walaupun buruh tersebut sudah mengabdi dengan masa kerja lebih kurang sepuluh tahun.
Pemasalahan persis yang dihadapi buruh perkebunan PT. NSJ sebelumnya dialami oleh buruh PT. Adipati/PT. Bath, dimana puluhan BHL yang dirasa tidak produktif dipecat secara sepihak oleh bos-perkebunan.
"Diharapkan Disnaker Kab. Labuhanbatu Utara menjalankan tugas dengan pro aktif terhadap kehidupan buruh dengan mendata perkebunan nakal", ujarnya.