Maraknya nelayan sekala besar melaut menggunakan alat tangkap kapal
tarik dua atau pukat grandong. Ratusan nelayan tradisional Belawan
melakukan aksi demo di Sungai Deli bawah titi Labuhan, Kec. Medan Belawan,
Rabu (20/3/13). Aksi demo dilakukan nelayan sekala kecil meminta aparat
berwenang untuk menindak tegas beroperasinya kapal - kapal sekala besar
yang menggunakan alat tangkap merusak habitat laut.
"Tangkap kapal
pukat grandong, jangan nanti kami yang nangkap mereka," teriak sejumlah
nelayan dari atas kapal mereka.Dengan slogan spanduk bentuk protes, para
nelayan tradisional meminta kepada aparat berwenang untuk segera
menindak pengusaha - pengusaha yang memiliki kapal sekala besar yang
menggunakan alat tangkap tarik dua.
"Mau makan apa kami, kalau mereka
semua yang merusak hasil laut, kalau aparat tak mampu nanti kami yang
nangkap mereka," teriak nelayan lagi.
Ahmad Jafar, Ketua Forum Solidraitas Nelayan Tradisional Medan
mengatakan, demo yang mereka lakukan sebagai bentuk protes atas
beroperasinya pukat tarik dua atau pukat grandong yang masih marak di
laut. "Memang selama ini sudah ada yang ditangkapi, penurunannya sudah
mencapai 70 persen, tapi kami tetap menekan agar aparat tetap tegas,
kalau tidak kapal grandong terus bertambah," tegas Ahmad Jafar di sela -
sela demo berlangsung.
Dijelaskannya, alat tangkap tarik dua sudah jelas
dilarang, bila nantinya ketegasan dari aparat berwenang tidak mengambil
tindakan, maka mereka akan melakukan aksi besar - besaran dengan
memblokir Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB).
"Kami nelayan
kecil, kalau tetap juga kapal grandong beroperasi dilaut kami akan
blokir pelabuhan perikanan. Bahkan, akan kami tangkap kapalnya
langsung," ungkap Ahmad.Ahmad juga mengharapkan ketegasan pemerintah
dalam mengawasi ikan import yang kerap masuk melalui Pelabuhan Belawan.
"Akhir - akhir ini banyak ikan import yang masuk, masalah ini juga akan
kita minta untuk segera ditindak, karena mengganggu pasar lokal.
Hari
ini kami hanya demo di sini sebagai bentuk protes, kedepannya apabila
masalah ini tak juga dituntaskan maka akan dilakukan demo besar -
besaran agar pelabuhan internasional lumpuh dan negara luar tahu," tegas
Ahmad lagi.Akhirnya, aksi demo berlangsung hingga tengah hari itu bubar
dari sungai dam melakukan aktivitas kembali. "Aksi ini hanya teguran
kecil saja, selesai demo ini para nelayan aklan melaut untuk mencari
nafkah," akhir Ahmad. (Herda)