Sudah sepekan proses pemeriksaan Kepala Sekolah (Kasek) Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) Lubuk Pakam, Dra Marliana, ke Kantor Wilayah Kementrian
Agama Sumatera Utara, namun Dra Marliana tak kunjung diganti. Akibat
lambatnya proses itu ratusan murid kelas I dan II kembali melakukan aksi
demo mogok belajar dan menyegel ruangan Kasek, Kamis (21/3), sekitar
pukul 07.00 Wib. Menurut pengakuan sejumlah murid, aksi mogok belajar
itu sudah dilakukan sejak seminggu lalu.
Aksi mogok itu dimulai saat jam
belajar dimulai ratusan murid masih nongkrong di sekitar taman maupun di
depan kelas. Guru-guru pun tidak dapat berbuat apa-apa tatkala melihat
akdi ratusan murid itu. Tidak lama berselang, Kepala Sekolah Drs
Marliana datang dan rencananya akan mengajar pelajaran matematika di
kelas XII IPA 1. Namun kedatangannya justru disoraki oleh murid. “Ganti
Kepala Sekolah yang tidak mendukung kegiatan ekstrakurikuler muridnya,”
teriak siswa.
Bahkan Dra Marliana tidak peduli atas sikap mogok belajar
maupun sorakan dari ratusan murid itu. Marliana pun terus memasuki ruang
kelas XII IPA 1 untuk mengajar matematika. Baru beberapa saat
memberikan pelajaran, mendadak ratusan murid berteriak didepan pintu
kelas tersebut. Bahkan ada diantara murid yang mencoba untuk menerobos
pintu kelas. Namun Marliana menutup pintu kelas yang didalamnya terdapat
20 murid kelas XII IPA 1. Situasi pun kian memanas. Ratusan murid terus
berteriak di depan pintu kelas. Melihat hal itu, 20 murid yang berada
dalam kelas “ketakutan” jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sehingga sejumlah murid wanita yang berada dalam kelas itu ada yang
menangis. “Kami mendukung pergantian Kasek, tapi waktunya kurang tepat
karena saat ini murid kelas III mau ujian,” ujar Mhd Kholis Majid dan
dianggukan teman lainnya.
Tidak berapa lama, Polsek Lubuk Pakam langsung turun ke
sekolah dan membawa Dra Marliana keluar dari ruangan kelas XII IPA 1.
Lalu Dra Marliana pun meninggalkan sekolah tanpa peduli dengan situasi
dalam sekolah. Selanjutnya Kapolsek Lubuk Pakam AKP M Ikhwan Khalik MS
didampingi Kanit Intelkam Aiptu Richard Saragih melakukan pertemuan
dengan seluruh guru. Didepan polisi, sejumlah guru pun menjelaskan jika
permasalahan ini sudah berlarut-larut. Namun Kepala Sekolah tidak pernah
tanggap terhadap murid. Puncaknya, saat Kasek Dra Marliana justru
menyetrap murid yang ikut pada perlombaan paskibraka beberapa waktu
lalu. Padahal pada perlombaan itu MAN meraih juara tiga. Suatu prestasi
yang bagus namun kenyataannya justru Kasek memberi sanksi kepada murid
yang ikut.
Selanjutnya, Kapolsek Lubuk Pakam membawa perutusan guru
untuk menjumpai Kepala Kementria Agama Kabupaten Deli Serdang Drs Dur
Brutu. Kepada wartawan Drs Dur Brutu mengatakan pihaknya sudah
mengusulkan pergantian Kasek ke kantor wilayah kemetrian agama propinsi
Sumut. Namun hingga sekarang belum terealisasi. “Untuk mengganti Kasek
itu wewenang kantor wilayah, kita hanya mengusulkan saja. Saya berharap
siswa-siswi MAN tidak lagi melakukan aksi demo karena hal itu bias
mengganggu proses belajar,” ungkapnya. (Herda)