Selasa, 28 Apr 2026
Granat ataukah bom molotov

Kedua Kalinya Rumah Edi Harto di Lempar Bom

DELI SERDANG (utamanews)
Senin, 01 Apr 2013 18:31
Foto : Lokasi Ledakan Bom<br>
 Herda

Foto : Lokasi Ledakan Bom

Dusun III Desa Tanah Merah Kecamatan Galang, rumah mantan Ketua PP Kabupaten Deli Serdang, Edi Harto (57) digranat orang tidak dikenal (OTK), Senin (1/4/13), sekitar pukul 04.30 Wib. Dari ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengakibatkan kerusakan pada kaca jendela kamar depan rusak dan terdapat lobang pada dinding tembok kamar, peristiwa ini merupakan peristiwa yang kedua kalinya pada rumah korban dimana kejadian serupa sebelumnya terjadi pada Rabu (6/3/13) lalu rumah korban juga di bom Molotov botol oleh OTK.

Peristiwa tersebut diketahui Edi Harto setelah mendengar suara ledakan. Korban yang saat itu sedang tidur langsung  terbangun dan keluar untuk memeriksa sekeliling halaman rumahnya. Edi Harto kaget karena kali ini pelaku bukan lagi menggunakan bom Molotov botol seperti sebelumnya, tapi sudah menggunakan granat. Namun sangat disayangkan, korban tidak melihat pelaku. Kejadian itu pun mengundang perhatian warga sekitar maupun yang melintas.

Sekitar pukul 08.00 Wib, puluhan personil dari Polres Deli Serdang turun kelokasi dipimpin oleh  Kapolres Deli Serdang AKBP Dicky Patrianegara SH SIk MSi. Didampingi  Kasat reskrim AKP Erwin S  Manik SH, Kapolsek Galang AKP Wahyuddin, Kanit Idik I Ipda Saut Simarmata, Kanit Reskrim Polsek Galang Ipda Suhardiman SH Mhum.

Dalam keterangannya, AKBP Dicky Patriangera SH Sik MSi mengatakan bahwa untuk sementara pihaknya mengumpulkan bukti an saksi. Perwira berpangkat dua melati dua emas dipundak ini pun sangat menyayangkan karena pada persitiwa bom Molotov sebelumnya korban tidak  membuat laporan pengaduan dan tidak mau diperiksa. Sehingga pihak kepolisian sulit untuk mengungkap motif maupun pelakunya. Dicky pun berharap, kajadian ini dapat menggugah hati korban untuk koperatif terkait masalah ini. “Kita belum dapat menyimpulkan apa motifnya. Karena korban sangat tertutup jika ditanyai. Kita masih mendalami kasus ini apakah ada hubungannya dengan kekisruhan dalam tubuh organisasi kepemudaan atau unsur sakit hati terhadap korban,” ujar Kapolres Deli Serdang.

Sekitar pukul 09.23 Wib, tim laboratorium forensic (labfor) Poldasu berjumlah 5 orang tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas labfor pun mengumpulkan sejumlah serpihan yang dapat dijadikan barang bukti. Dengan menggunakan magnet, petugas pun melakukan penyisiran disekitar halaman rumah korban yang berdekatan dengan jendela kamar. Tidak berapa lama, petugas labfor menemukan serpihan besi mirip seperti granat dan langsung memasukkannnya ke tempat barang bukti yang telah disediakan sebelumnya. Selain itu, petugas juga mengambil tanah dari lobang sedalam satu jengkal tangan dewasa yang merupakan lokasi ledakan yang hanya berjarak sekitar satu meter dari jendela kamar.

Untuk membantu labfor Poldasu, Polres Deli Serdang juga meminta bantuan kepada Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) yang ada di Kecamatan Galang. Menurut informasi yang berhasil dihimpun kru Koran ini, granat yang digunakan pelaku merupakan buatan Korea yang digunakan pada Perang Dunia II silam, bukan granat “Nenas”. Hal itu terindikasi karena daya ledaknya tergolong rendah. Kabarnya, jika granat “Nenas” daya ledaknya bisa menghantam hingga radius 50 meter lebih dari pusat ledakan. Sedangkan granat yang diledakkan di halaman rumah korban Ediarto hanya menghantam kaca jendelanya saja dan menimbulkan lobang pada dinding tembok kamar depan. Meski demikian, granat buatan Korea itu dapat juga menghilangkan nyawa manusia jika serpihannya tepat mengenai tubuh.

Tertutupnya Edi Harto memberikan informasi kepada petugas, membuat Kapolres Deli Serdang AKBP Dicky Patrianegara SH SIk MSi agak kesulitan untuk mengungkap kasus ini. Tidak mau peristiwa ini menjadi hutang baginya, Kapolres Deli Serdang pun memerintahkan Kapolsek Galang AKP Wahyuddin untuk menelusuri sosok pribadi korban Ediarto, mulai dari keaktifannya di organisasi kepemudaan PP Khusus maupun bisnis yang dilakoni Ediarto. “Sekarang, kamu kumpul data tentang Ediarto. Karena informasinya, Ediarto masih memiliki usaha galian di Galang,” perintah Kapolres Deli Serdang kepada Kapolsek Galang di lokasi. (Herda)
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️