Kadin dan HIPMI Sumut menilai rencana pekerja memprotes kenaikan BBM untuk kendaraan pribadi dalam aksi “Mayday” di daerah itu tidak tepat.
“Dikatakan tidak tepat karena yang naik untuk angkutan pribadi beroda empat atau lebih, jadi tidak ada kaitannya dengan masyarakat menengah ke bawah seperti pengguna sepeda motor dan angkutan umum,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Sumut Bidang Tenaga Kerja, Pendidikan dan Kesehatan Isfan F Fachruddin di Medan, Senin.
Justru, kata dia, kenaikan harga BBM untuk kendaraan pribadi bisa semakin memudahkan masyarakat yang memang masih punya hak untuk diberi subsidi.
“Sebaiknya aksi ‘Mayday’ diperingati dengan cara yang lebih positif karena nyatanya aksi unjukrasa juga merugikan pekerja sendiri,”katanya.
Kadin berharap hubungan harmonis antara pekerja dan pengusaha perlu semakin ditingkatkan menghadapi Komunitas ASEAN 2015 yang membuat pasar dalam negeri semakin terbuka.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumut Firsal Ferial Mutyara mengatakan benturan antara pekerja dan pengusaha seharusnya tdak ada karena keduanya adalah mitra.
“Pekerja dan pengusaha sama-sama memiliki kepentingan pada perusahaan untuk menjaga kelangsungan hidup,” katanya.
Mayday diharapkan diperingati bersama antara pekerja, pengusaha dan pemerintah untuk duduk bersama membahas berbagai hal untuk mempertahankan dan meningkatkan usaha yang kondusif.
Untuk memperingati “Mayday” tahun ini, sejumlah organisasi pekerja dan buruh Sumut menyatakan akan melakukan aksi unjukrasa antara lain dengan memprotes kenaikan harga BBM yang direncanakan pada 1 Mei tepat di “Mayday”.
Rencana aksi itu sudah disikapi pihak Kepolisian Daerah Sumut dengan janji akan mengerahkan 4.604 personel untuk mengamankan daerah itu.
Kasubbid Pengelola Informasi dan Data Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyebukan jumlah personel itu merupakan satuan tugas dari polda dan seluruh satuan wilayah. (ant)