Sebuah gudang yang diduga tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti minyak tanah, solar dan bensin, yang diketahui milik Hardi (54) warga Pasar X Dusun IX Jalan Mesjid Gg Teratai XVIII Kecamatan Percut Sei Tuan, meledak dan rata dengan tanah setelah dilahap sijago merah, Jumat (19/4) sekira pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dilokasi, penyebab terbakarnya gudang yang diduga sebagai tempat penimbunan minyak yang sudah berjalan sekitar 5 tahunan itu belum bisa dipastikan. Namun dikatakan salah seorang warga yang enggan namannya disebut mengatakan meledaknya gudang penimbunan minyak itu terjadi dikarenakan pada saat itu ada salah seorang pekerja sedang merokok sehingga menyebabkan kebakaran hebat digudang tersebut.
"Ada yang merokok didalam rumah itu, mungkin karena puntung rokok, tahulah bensin, cepat kali nyambarnya," ujar wanita yang memakai baju daster ini saat melihat kejadian tersebut.
Kemudian warga sekitar yang melihat api yang berkobar dilokasi langsung berbondong-bondong kelokasi guna melihat kebakaran tersebut. Untungnya ada kolam yang tidak begitu besar yang ketika itu juga warga bergotong royong menyirami api tersebut dengan air dikolam tersebut.
"Apinya besar kali tadi, adalah 5 meter gitu. untung aja ada kolam, jadi tadi family-family bergotong-gotong menyirami api yang mau menyembar kerumah warga sekitar," tambahnya.
Tak lama api berhasil dipadamkan oleh dua unit mobil pemadam kebakaran dari pemko medan yang tiba dilokasi. Atas kejadian tersebut, kaki sebelah kanan Guntur (13) anak dari pemilik gudang pun mengalami luka bakar yang mencoba ikut memadamkan api tersebut.
"mobil pemadamnya terlambat datang bang. Tapi si Guntur anak pak Hardi katanya terbakar, pas coba ikut memadamkan api. Tapi saya gak tau persis gimana kejadiannya, dia dibawa ke rumah sakit, tapi gak tau dimana," ujarnya lagi.
Namun terlihat disekitar lokasi banyak warga sekitar seolah-olah berusaha menutup-nutupi kejadian kebakaran tersebut. Saat wartawan menanyai warga yang mana namanya Hardi si pemilik gudang dan rumah, warga sekitar yang ditanyai langsung didekati 6 orang pemuda. Saat warga mengetahui ada pemuda yang mendekati mereka, warga lebih memilih untuk pergi dari lokasi karena takut.
Pantauan dilokasi atas kejadian tersebut 2 unit sepedamotor automatik hangus terbakar, dan puluhan drum kaleng yang sebelum terjadinya kebakaran diduga berisikan minyak tampak hitam akibat dilalap sijago merah. Namun rumah yang bercat putih berada di sebelah gudang tidak terbakar karena api dapat cepat diapadamkan, dan dalam kebakaran tersebut sempat terjadi beberapa ledakan yang membuat warga ketakutan.
Sementara itu Kapolsekta Percut Seituan Kompol Erinal, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. "masih kita lidik penyebab kebakarannya," ujarnya singkat. (hrd)