Jembatan Siruar ditabrak Kapal Keruk Asahan Prima II milik PT. Inalum
TOBASA (utamanews.com)
Rabu, 05 Okt 2016 08:20
DARWIN MARPAUNG
Pihak PT. Inalum sedang memperbaiki jembatan Siruar yang ditabrak oleh Kapal Keruk KM. Asahan Prima II di Desa Siruar Kab. Toba Samosir.
Jembatan Siruar yang menghubungkan Dusun I, II dan III Desa Siruar Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Samosir hampir putus akibat tiang jembatan ditabrak oleh Kapal Keruk KM Asahan Prima II milik PT. Inalum pada Senin (27/9).
Sejumlah warga merasa kesal, karena perbaikan Jembatan tersebut terkesan lambat sehingga hasil pertanian mereka tidak bisa dipasarkan karena jembatan tidak bisa dilalui oleh kenderaan beroda empat.
Menanggapi hal ini Salon Simangunsong, Anggota DPD LSM BUSER Tobasa meminta kepada pihak PT. Inalum agar secepatnya memperbaiki jembatan itu sebaik mungkin. “Agar aktivitas masyarakat tidak terkendala dan tiang yang kena tabrak harus diganti agar kwalitas jembatan tidak diragukan,” tutur Salon, kemarin (4/10/2016).
“Kita merasa kesal kepada pihak PT. Inalum karena terkesan lambat memperbaiki jembatan ini karena biasanya setiap hari Rabu masyarakat Desa Siruar mengeluarkan hasil pertanian nya melalui Akses jembatan ini. Nah pada saat begini kondisi jembatan ini Masyarakat tidak dapat mengeluarkan hasil Panen nya", cetus Salon.
Adapun panjang jembatan tersebut sekira 86 meter dengan lebar 4 meter, dimana usia jembatan sudah berpuluh tahun. Dulunya jembatan ini dibangun oleh PT. Inalum.
Rumondang Sitorus, Kepala Desa Siruar mengatakan bahwa ia menilai pihak PT. Inalum sepele akan kejadian itu sebab pihak PT. Inalum tidak mau bergerak secepatnya untuk memperbaiki jembatan itu. “Kalau bukan karena sepele mana mungkin selama ini jembatan itu baru inilah dikerjakan dan sampai saat ini belum selesai juga” ujar Rumandong.
Pantauan utamanews.com, pihak PT. Inalum sedang memperbaiki jembatan yang rusak akibat ditabrak Kapal Mesin Asahan Prima II milik PT. Indonesia Aluminium (Inalum). Namun terkait kejadian ini, pihak PT. Inalum yang ada di lokasi, tak satu pun bersedia untuk dikonfirmasi wartawan.