Tim kampanye pemenangan cagubsu dan cawagubsu Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi (ESJA) di Kota Tebingtinggi bagai kebakaran jenggot setelah membaca salah satu harian media cetak di Sumut terkait banyaknya tokoh Batak mengkritik ucapan yang dilontarkan Effendi Simbolon terhadap Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Wakil ketua tim kampanye pemenangan ESJA, Pardomuan Sitorus dan Sekretarisnya, Surya Saragih di Kantor DPC PDIP Jalan Batubara Kota Tebingtinggi, mengungkapkan bahwa kita harus berjiwa nasionalisme dan bukan kesukuan saja, terkait pemberitaan itu, suku dan enis Batak akan saling tuding dan komentar mencari kebenaran yang ada.
"Kalau dari segi politiknya kita tidak tahu apa yang diungkapkan Pak Effendi Simbolon, tetapi Gubsu yang nantinya memimpin Sumut bisa menaungi semua lintas etnis suku dan agama" bilang Pardomuan yang juga Ketua DPD PPRN Kota Tebingtinggi.
Pardomuan Sitorus mengungkapkan pernyataan itu nantinya akan membingungkan suku Batak, karena jelang Pilgubsu jangan dikaitkan dengan kesukuan. Masyarakat Sumut bebas memilih siapa lima calon Gubsu yang ada, tidak melihat dari kesukuan dan agama. Menanggapi pernyataan Pak Effendi Simbolon itu, memang banyak orang Batak yang tidak tahu budaya Batak itu sendiri, dan masalah memberikan Ulos kepada tamu terhormat itu tidak menyalahi aturan.
Pardomuan meminta kepada seluruh masyarakat Sumut berdoa dengan cara sendiri menurut kepercayaan untuk memilih lima calon gubernur sesuai dengan visi dan misi, serta jangan dikaitkan dengan kesukuan, kedepan kita meminta ada ketenangan politik dalam jelang Pilgubsu nantinya. "Dalam Pilgubsu ini kita seharusnya memberikan ketenangan kepada masyarakat, jangan calon itu harus memahami budaya Batak dan ini jangan dipolitisir, kita harus berjiwa Nasional" jelasnya. (Athar)