Drs H T Dzulmi Eldin S MSi meresmikan ruang kelas baru SD Muhammadiyah 3 di Jalan Abdul Hakim Pasar I, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (25/4). Selain meresmikan, Wali Kota juga meletakkan batu pertama pembangunan ruang kelas untuk menampung siswa SD Muhammadiyah 3 yang jumlahnya cukup banyak. Atas peresmian dan peletakan batu pertama ini, Muhammadiyah diharapkan semakin jaya dan senantiasa membina generasi muda dalam bingkai ahlakul karimah, berilmu serta berkarakter kuat.
Wali Kota menyampaikan beberapa catatan, diantaranya bagaimana menjadikan sekolah Muhammadiyah bukan sebagai pilihan kedua setelah tidak diterima di sekolah negeri. Justru bersama-sama sekolah negeri berupaya meningkatkan derajat pendidikan di Kota Medan. Kemudian Muhammadiyah menjadi wahana menyemai karakter generasi penerus bangsa.
“Selain itu Muhammadiyah tetap harus berpihak kepada masyarakat lemah. Kaum lemah di sini tidak hanya dari segi ekonomi tetapi juga bidang akidah, moral dan jiwa. Selanjutnya Muhammadiyah ke depan harus memberikan yang terbaik bagi pendidikan di Kota Medan,” kata Wali Kota.
Selanjutnya melalui peresmian ruang kelas baru SD Muhammadiyah 3 Medan, mantan Sekda Kota Medan ini berharap anak-anak Kota Medan yang ingin bersekolah dapat ditampung lebih banyak lagi. Artinya, generasi muda yang berahlak mulia, cerdas dan berkarakter. Di samping itu semakin bertambahnya mutu pendidikan sekaligus pembinaan generasi muda berbasis ajaran Islam demi memajukan Kota Medan.
Peresmian sekaligus peletakan batu pertama pembangunan SD Muhammadiyah 3 Medan ini turutn dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Drs H Goodwil Zubir, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanjung Sari Drs Nazaruddin Ar Rasyid Lubis, Camat Medan Selayan Sutan Tolang Lubis, Lurah Tanjung Sari Drs Lilik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para guru serta orang tua murid.
Kepala SD Muhammadiyah 3 Medan, Drs H Sumarno MA dalam laporannya menjelaskan, kondisi SD Muhammadiyah yang dibangun sejak tahun 1953 sudah memprihatinkan. Di samping itu jumlah murid dengan ruang kelas yang tersedia tidak sebanding. Meski memiliki 16 ruang kelas namun tidak sesuai dengan jumlahm siswa. Akibatnya masing-masing kelas ditempati lebih dari 40 siswa per-ruang kelas.
“Kita selanjutnya memutuskan untuk dibangun. Setelah dilakukan pencarian dana, kita berhasil mengumpulkan dana awal sebesar Rp.150 juta ditambah 321 sak semen. Sedangkan total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.603 juta lebih, sedangkan semen yang digunakan sekitar 1.065 sak. Insya allah pembangunan akan rampung pada Januari 2016,” jelas Sumarno. (red)