Dilema pendidikan, memang belum lagi tuntas di daerah Kabupaten Rohul, mulai minimnya infrastruktur, termasuk standarisasi tenaga pendidik dan kesejahteraan para guru di daerah itu, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Bupati dan Wakil Bupati Rohul, Suparman-Sukiman.
Bayangkan saja, salah satu sekolah lanjutan atas, yakni SMN3 Rambah, Kecamatan Rambah, yang nota benenya berada di wilayah perkotaan di Kabupaten Rajul itu, karena minimnya fasilitas ruang belajar, sehingga harus menyulap lapangan parkir menjadi Ruang Kelas Baru (RKB).
Seperti diketahui, SMAN 3 Rambah yang berada di Desa Suka Maju, Rambah itu, saat ini menempati bekas Kantor Dishubkominfo Rohul. Kabarnya, belakangan ini, gedung itu akan diambil kembali oleh Dishubkominfo Rohul. Bila hal itu terjadi, tentunya pihak sekolah akan merasa was-was, kapan peristiwa mengambil alihan gedung pembelajaran itu akan terjadi.
Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 3 Rambah, Zuliyandi Rosa didampingi Wakasek Bagian Kesiswaan, Jasman Yakup, saat ditemui, kemarin, mengatakan, saat ini jumlah murid mereka sudah sebanyak 82 orang, yakni 47 orang siswa lama, kemudian murid baru yang sudah terdaftar sebanyak 45 orang. Tentu, dengan bertambahnya jumlah murid di sekolah ini, secara otomatis mereka membutuhkan sebanyak tiga RKB lagi.
"Namun, untuk mensiasati kurangnya RKB, terpaksa kami membuat tempat parkir menjadi RKB, kalau itu tidak kami lakujan, ke mana anak-anak kami ini mau belajar, sementara mereka ingin belajar dan sudah mendaftar di sekolah ini," ujarnya.
"Kami berharap supaya pak Bupati-Wakil Bupati Rohul Suparman-Sukiman bisa datang ke sekolah kami dan melihat kondisi yang sebenarnya," harap mereka.
Sedangkan jumlah guru di SMAN ini, lanjutnya, saat ini ada 4 orang guru PNS, 1 orang guru bantu dan 18 orang guru honor komite. Untuk guru honor komite ini ada yang bergaji Rp 150 ribu perbulan dan ada yang Rp 200 ribu perbulan, ungkapnya.
Menurutnya, seandainya benar pihak Dishubkominfo Rohul akan mengambil alih gedung sekolah mereka, mungkin muridnya yang berjumlah 80 orang lebih itu, akan belajar di halaman sekolah. "Kami berharap besar, setelah kini Bupati-Wakil Bupati Rohul dijabat oleh Bapak Suparman-Sukiman, diharapkan pihak sekolah mendapatkan kebijakan yang strategis untuk memajukan lembaga pendidikan ini," pintanya.
Sementara itu, seorang Aktifis di Rohul, Syarkawi Nasution, mengaku, pihaknya sudah pernah turun ke sekolah tersebut dan sudah melihat kondisi dan kenyataan yang terjadi di sekolah itu.
"Kita tidak mungkin membiarkan 80 lebih murid di sekolah itu akan terlantar, karena kebihakan pemerintah yang keliru, seperti mengambil alih gedung SMAN 3 Rambah itu. Mudah-mudahan Bupati Rohul akan objektif dan bijaksana dalam mencari solusi terkait persoalan sekolah tersebut," pungkas Sarkawi Nasution yang juga warga asli Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah itu. (MS)