Walikota Medan saat meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 1, (13/4/2015)
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015 di Kota Medan menjadi perhatian serius Pemko dan DPRD Kota Medan. Hal ini terlihat saat Walikota Medan dan Komisi B DPRD Medan melakukan peninjaun langsung Pelaksanaan UN hari pertama di SMA Negeri 1 Medan jalan Teuku Cik Ditiro, Senin pagi (13/4).
Wakil Ketua DPRD Medan, H.Ikhwan Ritonga, dan Ketua Komisi B, H.Irsal Fikri,S.Sos, beserta anggota Komisi B DPRD Medan lainnya turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kepala sekolah SMAN 1 Medan, Dra Hj Safrimi MPd, kepada wartawan mengatakan sangat senang dan bangga menerima kedatangan Walikota dan Wakil Ketua DPRD serta Komisi B DPRD Medan. Menurutnya kunjungan tersebut merupakan bukti kepedulian Pemko Medan dan DPRD Medan kepada dunia pendidikan khususnya di Kota Medan.
"Pada pertemuan tadi Pak Wali sempat berpesan kepada kami agar tetap menjaga kelancaran UAN di sekolah. Jumlah peserta kelas XII SMAN-I Medan yang mengikuti UN ini sebanyak 422 orang siswa sudah termasuk kelas Internasional,” jelasnya.
Saat wartawan menanyakan terkait pelaksanaan ujian nasional yang tidak menggunakan sistem online (komputer), dan standart kelulusan 75, Safrimi menerangkan belum siapnya fasilitas seperti Komputer, Wifi dan daya listrik dari PLN untuk mendukung pelaksanaan UN di sekolah tersebut, sehingga masih harus menggunakan sistem yang lama yakni dengan cara manual.
"Untuk tahun ini, sepertinya kita belum siap dengan sistem online seperti yang diharapkan, berhubung masih terbatasnya jumlah unit komputer yang tersedia yakni sebanyak 63 unit namun yang layak digunakan sebanyak 40 unit, sementara persyaratannya harus 1 banding 3 baru dapat melaksanakan ujian sistem online. Fasilitas Wifi yang belum maksimal dan sumber arus dari PLN yang masih diragukan dapat tidak padam pada saat berlangsungnya ujian bila dilakukan dengan sistem online. Kita berharap kedepan rencana tersebut akan dapat terwujud,” ucapnya.
Kepala Sekolah juga menambahkan, jika nilai standar kelulusan yang ditentukan oleh SMAN I Medan sebesar 75, adalah sudah tepat, karena sebagai salah satu sekolah favorit dan adanya pertimbangan dari para guru, agar siswa kelas XII tidak terlalu menganggap enteng ujian nasional tersebut sehingga dapat serius lagi belajar agar mendapat nilai yang ditentukan. Sebenarnya masih banyak juga sekolah-sekolah lainnya yang menentukan nilai standard kelulusannya dibawah 70, tapi kami yakin nilai 75 siswa kami masih mampu. Atas dasar itulah kami membuat nilai standart kelulusannya 75,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Medan, H.Irsal Fikri,S.Sos saat diminta tanggapannya terkait kegiatan monitoring yang dilakukan oleh DPRD Medan ke SMAN 1 Medan menjelaskan, untuk saat ini hasil amatan dan monitoring yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD dan Komisi B DPRD Medan, pelaksanaan Ujian Akhir Nasional 2015 masih berjalan lancar dan belum menemukan adanya masalah dalam proses pelaksanaannya. Komisi B berharap agar selama 3 hari pelaksanaan UAN ke depan tetap berjalan dengan lancar. (Irw)