Sabtu, 02 Mei 2026

Kekerasan Senior di Sekolah Penerbangan Angkasa Nasional Medan Coreng Dunia Pendidikan

MEDAN (utamanews.com)
Kamis, 02 Okt 2014 23:43
<i>Ismail Saleh Nst (15) terbaring di RS Haji Medan di ruangan Shapa no  7 tampak didam[inggi kakaknya Laila</i>
 Dofu

Ismail Saleh Nst (15) terbaring di RS Haji Medan di ruangan Shapa no  7 tampak didam[inggi kakaknya Laila


Kekerasan senior di SMK Penerbangan Angkasa Nasional (SPAN) Medan beralamat jalan Paduan Tenaga No 12 Amaliun Medan kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Medan, akibat aksi kekerasan ala militer yang dilakukan oleh senior di sekolah tersebut.

Ismail S Nst (15) siswa SMK Kelas I Sekolah Penerbangan Angkasa Nasional (SPAN) Medan mengaku jadi korban penyiksaan yang dilakukan oleh seniornya. Tanpa ada kesalahan kita pun kita mendapat pukulan dibagian perut dan tendangan di arahkan bagian perut. Senyum salah tidak senyum juga salah,” ucapnya, Kamis, (2/10).
Akibat sakit dibagian ulu hati, Laila kakak dari Ismail merasa khawatir sehingga memeriksakan adeknya ke Rumah Sakit Haji Medan, ternyata hasil rekam medis menunjukkan rusuk sebelah kanan dan kiri ada mengalami infeksi.

Kepada wartawan, Ismail mengakui bahwa dirinya menjadi korban kekerasan senior di SPAN Medan. “Dan sampai sekarang saya sangat trauma, aku tidak mau lagi sekolah disitu. Jika mereka mengetahui sudah saya beberkan peristiwa ini apalagi kepada wartawan habislah aku disiksa,” ucap Ismail penuh ketakutan.

“Perut dibagian uluhati ini bang masih terasa sakit dan sesak rasanya, kalau kami beritahu kepada orang lain kami dianggap oleh senior kami lemah. Semenjak kami masuk disekolah tersebut kami mendapat perlakuan tidak manusiawi, tadinya kami pikir hanya karena ospek ternyata berkelanjutan penganiayaan ini”, tambahnya

Di tempat terpisah, orang tua dari Yudiansyah, Ndarwinarty sangat terpukul atas penganiayaan yang dialami anaknya dimana tangan di sebelah kanan bengkak dan biru. “Kami sekolahkan anak kami ke SPAN bukan untuk di pukuli tetapi didik untuk jadi pilot. Sekalipun uang sekolah di SPAN itu sangat mahal asal anak kami didik memiliki jiwa kepemimpinan bukan kekerasan”, ungkapnya.

Korban keganasan senior di SPAN Medan semakin bertambah, Farhan Dika, Surya Angkasa, Novriwi, M. Hafiz, Yudiansyah mereka mengakui bahwa kekerasan yang dilakukan oleh senior di sekolah SPAN itu para guru dan bahkan kepala sekolah mengetahui bahkan salah satu guru Matematika bernama Lia dengan sengaja menyuruh senior itu untuk berhadapan dengan kami selaku junior.

produk kecantikan untuk pria wanita
Ketika ditanya berapa orang jumlah senior, dengan kompak mereka menjawab senior yang duduk di kelas tiga berjumlah 28 orang kalau senior kami yang dikelas dua masih tahap kewajaran setiap kali ada tindakan mereka.

Lalu, Siapa saja senior kalian yang sering melakukan kekerasan, mereka menjawab berjumlah delapan orang diantaranya Ahmad Ikrom Nasution, Adnan Buyung Batubara, Nazarulloh, Celani Sitorus, Isaq Leo Ginting, Martin Stepen Manurung, Dodi C Ginting, Irfan Abdillah.

Salah seorang orang tua murid, mengaku bernama Yetti mengatakan kekerasan ini tidak bisa lagi di tolerir kami akan menempuh jalur hukum, dan semua kami orang tua murid yang menjadi korban keganasan senior dari anak kami sudah sepakat bahwa kami akan melaporkan kejadian ini kepada penegak hukum.

Disamping itu, kami minta agar senior yang berjumlah delapan orang tersebut segera di pecat dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Demikian juga kepada guru yang dengan sengaja melakukan pembiaran harus bertanggungjawab baik itu kepala sekolah, Meri Lestari, SSi dan Ibu Guru Matematika Lia akan kami laporkan supaya ditangkap dan diposes secara hukum. (*)
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️