Sedikitnya 10 dari 28 perguruan tinggi swasta (PTS) di Sumatera Utara (Sumut) yang berstatus nonaktif terancam ditutup. Pasalnya, sampai saat ini PTS tersebut belum juga melakukan upaya perbaikan dan pembenahan.
Informasi yang diperoleh media ini, 28 Universitas yang dinonaktifkan tersebut antara lain,
Universitas Preston Indonesia dengan jumlah dosen tetap 90 orang, mahasiswa 0.
Universitas Setia Budi Mandiri jumlah dosen 21, mahasiswa 5.754.
STKIP Riama, dosen 1 mahsiswa 422.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan dosen 3, mahasiswa 78.
Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan dosen 13, mahasiswa 75.
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Benteng Huraba, dosen 3, mahasiswa 1.102.
Sekolah Tinggi Teknik Graha Kirana dosen 6, mahasiswa 81.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riama dosen 1, mahasiswa 422.
Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia tidak ada memiliki dosen tetap dan tanpa mahasiswa
Sekolah Tinggi Teknik Pelita Bangsa tidak ada memiliki dosen tetap dan tanpa mahasiswa.
Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan dosen tetap 0, mahasiswa 32
Akademi Pertanian Gunung Sitoli tidak ada dosen tetap dan mahasiswa
Akademi Kesehatan Lingkungan Binalita Sudama tidak ada dosen tetap dan mahasiswa
Akademi Manajemen Gunung Leuser, dosen 0, mahasiswa 147
Akademi Teknologi Lorena dosen 6, mahasiswa 124.
Akademi Sekretari Manajemen Lancang Kuning dosen 0, mahasiswa 33
AMIK Stiekom Sumatera Utara dosen 24 mahasiswa 532
AMIK Intelcom Global Indo Kisaran dosen 6, mahasiswa 2.496
Akademi Kebidanan Jaya Wijaya, dosen 0, mahasiswa 111
Akademi Kebidanan Dewi Maya, dosen 4 mahasiswa 49
Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai dosen 5, mahasiswa 25
Politeknik Profesional Mandiri, dosen 18, mahasiswa 333
Politeknik Trijaya Krama, dosen 3, mahasiswa 212
Politeknik Yanada, dosen 8, mahasiswa 75
Politeknik Tugu 45 Medan tidak ada data di Kopertis.
STKIP Riama tidak ada data di Kopertis
STIE Riama tidak ada data di Kopertis
Politeknik Wilmar Bussiness tidak ada data di kopertis.
Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto, kepada media menyatakan bahwa ada 25 universitas yang dinon-aktifkan.
"Berdasarkan data terakhir dari pangkalan data perguruan tinggi Juni lalu, tercatat 25 PTS dinyatakan non aktif karena tidak memenuhi kualifikasi dengan baik," kata Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto, Rabu (30/9), di Medan.
Namun dari jumlah tersebut, sebut Dian, sekira 60% di antaranya menyatakan siap melakukan perbaikan manajemen, sedangkan selebihnya sama sekali tidak ada upaya pembenahan.
"Untuk itu kita akan beri surat peringatan sebanyak tiga kali bagi PTS yang tidak melakukan perbaikan atau pembenahan terhadap lembaganya, Jika tidak juga dibenahi, maka kita terpaksa merekomendasikan agar PTS tersebut ditutup," tegas Dian. (red)