Pekan olahraga Karate se-Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) Tahun 2016 didominasi oleh dua Perguruan Karate Tako dan Inkado (Indonesia Karate-Do). Kegiatan ini mempertandingkanqn beberapa katagori kelas olah raga Karate, yang di ikuti oleh beberapa kecamatan se-Kabupaten Labuhan Batu Utara, berlangsung tanggal 16 s/d 17 November 2016.
Pembukaan acara ini dihadiri oleh perwakilan KONI, Ketua Forki Labura Bonar M Napitupulu, Kabid Binpres Inkado Pengprov Sumatera Utara Sensei Rawi Krisna beserta Simpay sabuk hitam perguruan lainnya.
Ketua Forki Labuhan Batu Utara, Bonar M. Napitupulu dalam sambutannya mengatakan bahwasanya pekan olah raga Kabupaten Labura Cabang olah raga Karate adalah salah satu program yang sudah lama dilaksanakan oleh Forki dan KONI.
“Tujuan kejuaraan ini adalah untuk mencari bibit-bibit yang potensial untuk dijadikan atlet-atlet berprestasi di tingkat daerah, nasional maupun skala internasional. Juga untuk menjauhkan kawula muda dari narkoba. Saya sering mengatakan ‘No Drugs but yes karate,” tuturnya.
Selanjutnya, katanya, untuk tujuan yang berjenjang, bagi para atlet akan ikut dalam kejuaraan PorKab ini dan akan diseleksi untuk Pordasu, Porwil, Pra PON, PON dan juga Sea Games, kemudian jenjang Olympiade. PorKab di bidang Karate ini sangat perlu dilaksanakan demi anak-anak bangsa yang akan mengharumkan negara Indonesia.
“Terima kasih kepada Bupati Labuhan Batu Utara H. Kharuddin Syah Sitorus, SE yang membantu acara ini, juga kepada Ketua KONI Maria Nusa, SE yang juga selalu bisa memediasikan segala hal – hal yang sangat diperlukan dalam Cabang Karate, dan seluruh panitia yang terlibat dalam Porkot Cabor Karate ini, Wasit/Juri yang semangat hadir untuk memimpin dan juga saya berpesan kepada wasit/juri dapat bekerja semaksimal mungkin dengan tidak timbang pilih sehingga kejuaraan ini tetap berjalan kondusif dan tidak ada dirugikan,” tambahnya.
Sementara Ketua Bintek (pembinaan tehknis) Inkado Pemprov Sumut, Sensei Rawi Krisna dalam paparannya mengatakan bahwasanya PorKab cabang Karate ini adalah salah satu program yang sangat diawasi untuk melihat sampai di mana kualitas para atlet – atlet Inkado yang selama ini berlatih di daerah.
“Ini adalah barometer para atlet untuk jenjang yang selanjutnya, sehingga saya dari Bintek bisa mengevaluasi tentang kelebihan maupun kekurangan atlet-atlet di daerah khususnya Inkado Labura,” ujarnya.
“Saya juga kemari (Labura) untuk memberikan supportkepada atlet – atlet Inkado yang bertanding agar mental dan semangat mereka terpacu untuk menjadi pemenang, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas,” lanjutnya.
Simpay Manti Siregar, pelatih Inkado Labura yang telah memberikan waktu, tenaga maupun moral dan moril untuk melatih di Labura, berpesan kepada pengurus perguruan-perguruan yang ada di Labura ini agar dapat bekerja sama yang baik sehingga dapat berjalan harmonis sesama pelatih maupun sesama atlet.
Informasi terakhirdari panitia, pada hari pertama sudah pertandingkan 6 kelas dengan perolehan sementara tiga (3) emas buat perguruan Inkado dan tiga (3) emas perguruan Tako, dengan peserta 72 orang dari 7 Kecamatan se-Kabupaten Labuhan Batu Utara. (Iqbal)