PSSI Kota Medan diharapkan menggulirkan kembali kompetisi antarklub maupun antar usia-dini demi mengangkat kejayaan sebak bola di daerah itu yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai meredup.
“Yang pertama kali dilakukan pengurus PSSI Medan yang baru dilantik adalah menggelar kompetisi antarklub secepatnya. Kalau bisa digelar Juni hingga Juli 2013 atau bertepatan dengan puncak ulang tahun Kota Medan,” kata Ketua Umum KONI Zulhifzi Lubis di Medan, Selasa, usai pelantikan Pengurus Pengcab PSSI Kota Medan periode 2013-2017 di bawah kepemimpinan Yohanna Pardede.
Lebih lanjut Zulhifzi mengatakan, pihaknya sangat berharap PSSI Medan dapat mengangkat kembali kejayaan dunia persepak-bolaan di daerah ini. Untuk itu, program-program jangka pendek dan panjang harus segera dirumuskan yang salah satunya mengintensifkan pembinaan usia dini.
Dia mengatakan, dewasa ini dunia sepak bola di Medan seolah “lesu darah” karena minimnya kompetisi antarklub maupun antarsekolah Sebpak Bola (SSB). Padahal SSB di Medan sendiri jumlahnya sudah cukup banyak.
Dengan kembali digulirkannya kompetisi antarklub maupun antar SSB, diharapkan muncul bibit-bibit handal di Medan dan tentunya akan membantu PSMS Medan merekrut pemain-pemain handal.
“Dengan demikian PSMS nantinya tidak perlu lagi mencari pemain luar Medan, karena disini sudah banyak pemain-pemain berkualitas. Intinya, saya sangat berharap PSSI Medan secepatnya menggelar kompetisi dan untuk ini kami siap membantu sepenuhnya,” katanya.
Sementara Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin dalam kesempatan yang sama mengatakan tugas berat menanti di pundak pengurus PSSI Medan yang baru dilantik, karena masyarakat sangat berharap Yohanna dan kawan-kawan membangkitkan kembali kejayaan sepak bola Kota Medan.
Untuk itu ia sangat berharap Yohanna Paedede menggandeng semua pihak yang peduli terhadap sepak bola di daerah itu untuk sama-sama membesarkan organisasi yang dipimpinnya.
“PSSI Medan punya tanggungjawab untuk melakukan pembinaan kepada klub-klub maupun SSB yang ada di daerah ini. Kita punya mimpi pada tahun 2016 Kota Medan menjadi kota atlet dan tentunya itu juga mencakup pada cabang sepakbola,” katanya.
Sementara Yohanna Pardede sendiri mengatakan kepengurusan di bawah kendalinya harus lebih solid lagi untuk menghidupkan PSSI Medan karena sepak bola merupakan olahraga rakyat yang diminati oleh segala kalangan, tanpa memandang usia, jenis kelamin, tingkat sosial dan latar belakang.
Beberapa program yang akan dijalankan diantaranya mendata kembali klub-klub sepak bola yang ada di Kota Medan dan merangkul kembali klub-klub yang dulunya terdaftar sebagai anggota PSSI untuk kembali bergabung sesuai statuta PSSI, serta menggulirkan kembali kompetisi secara rutin dan berjenjang sehingga bibit-bibit sepak bola di Kota Medan, dapat terpantau dengan baik dan memperoleh perhatian yang lebih khusus sehingga bakat dan prestasi mereka dapat tergali dan tersalurkan dengan baik. (ant)