Terenyuh melihat penderitaan yang dialami Kasihani (15), warga Jalan Denai Gg. Sugeng, kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi segera membawanya ke Rumah Sakit Murni Teguh Jalan Jawa Medan guna menjalani perawatan intensif. Sejak lahir perempuan bertubuh kurus ini mengidap penyakit langka, kedua tangan dan kakinya mengalami pembengkakan seperti orang yang mengalami penyakit kaki gajah. Kondisi itu menyebabkan Kasihani sulit melakukan aktifitas.
Selama 15 tahun pula, Kasihani dibuat tak berdaya oleh penyakit yang menyerang tubuhnya tersebut. Kondisi ini terjadi akibat penghasilan kedua orang tuanya yang bekerja serabutan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akibatnya Kasihani pun tidak dibawa berobat ke dokter maupun rumah sakit. Dia pun hanya bisa pasrah dan menganggap penyakit yang dialaminya tersebut sebagai takdir.
Ternyata penderitaan Kasihani membuat warga iba dan prihatin, mereka kemudian melaporkannya kepada Wali Kota. Begitu mendapat laporan, mantan Sekda Kota Medan ini kemudian membawa Kasihani ke RS Bandung. Lantaran penyakitnya tak kunjung sembuh meski sudah seminggu menjalani perawatan, Eldin pun akhirnya memutuskan membawa Kasihani ke RS Murni Teguh, hari ini, Jumat (5/9).
Saat membawa Kasihani, Wali Kota turut didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah Kota Medan Hana Lore Simanjuntak dan Koordinator Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) drg Anita. Kasihani yang ditemani kedua orang tuanya diterima langsung Dirut RS Murni Teguh dr Mutiara MKT dan dr Heriyanto Tobing. Kasihani pun selanjutnya menjalani pemeriksaan medis guna memastikan penyakit apa yang diidapnya tersebut.
Kepada Nurina (44), ibunda Kasihani—Wali Kota minta supaya tetap tenang dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar penyakit anaknya segera sembuh. “Mengenai masalah dana tidak usah ibu pikirkan lagi, pemerintah yang menanggungnya. Kita sama-sama berdoa agar penyakit anak ibu secepatnya sembuh,” kata Wali Kota.
Untuk itulah Wali Kota berpesan kepada pihak RS Murni Teguh agar memberikan pelayanan dan perawatan terbaik kepada Kasihani meski berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan tenaga medis dan peralatan kesehatan yang modern dan canggih dimiliki RS Murni Teguh tersebut, Eldin pun optimistis penyakit Kasihani dapat disembuhkan sehingga dia dapat menjalani kehidupan normal kembali.
Sementara itu menurut Dirut RS Murni Teguh dr Mutiara MKT, penyakit yang dialami Kasihani terbilang langka dan jarang terjadi. Untuk sementara dia menduga penyakit itu disebabkan adanya kelainan hormonal. “Untuk lebih memastikannya, kita akan membentuk tim yang terdiri dari dokter anak, dokter penyakit dalam, dokter bedah serta dokter spesialis bedah. Tim ini akan berdiskusi bersama dan mencari apa yang menjadi penyebab utama penyakit tersebut,” kata dr Mutiara.
Mutiara berharap tim medis yang dibentuk nanti bekerja dengan maksimal guna menyembuhkan penyakit Kasihani tersebut.
Sebagai pimpinan tertinggi di RS Murni teguh, Mutiara pun memastikan pihaknya akan memberikan pelayanan dan perawatan terbaik kepada Kasihani meski berasal dari keluarga miskin.
“Saya pastikan (perawatan maksimal) itu! Apalagi saat ini kita sudah menerima pasien dari keluarga kurang mampu melalui BPJS. Jadi saya minta kepada kedua orang tua Kasihani agar tidak perlu khawatir memikirkan masalah biaya, sebab pengobatan anaknya gratis karena telah ditanggung pemerintah melalui BPJS” tegasnya.
Sedangkan dr Heriyanto Tobing menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang telah dilakukan, penyakit yang diderita Kasihani akibat adanya penyumbatan di kelenjarlimpanya. Namun dia belum bisa memastikannya, makanya dibentuk tim dari beberapa dokter spesialis guna menghasilkan diagnosa yang pasti.
“Terus terang, kasus seperti ini sangat jarang. Karena itulah kami sebagai tenaga medis sangat tertantang dan menarik untuk didiskusikan sekaligus berupaya menyembuhkan penyakit yang dialami Kasihani tersebut,” jelas dr Heriyanto.
Ibunda Kasihani, Nurina mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wali Kota karena telah membawa anaknya untuk berobat. Sebagai orang tua, dia mengaku sulit membawa anaknya berobat akibat penghasilan merejka sehari-hari tidak mencukupi. Kondisi itu menyebabkan Kasihani hanya beberapa kali dibawa berobat.
“Itu pun ketika dia masih bayi. Kami ada membawanya berobat setelah melihat ada pembengkakan di kedua tangan dan kakinya. Semoga dengan bantuan yang diberikan Pak Wali, penyakit anak saya dapat disembuhkan,” harap Nurina.
Selain mengalami pembengkakan di bagian kaki dan tangan, Nurina mengatakan kaki anaknya yang bengkak itu gatal-gatal. Untuk menghilangkan rasa gatal tersebut, anaknya menggaruknya sampai berdarah. Rasa gatal itu baru hilang setelah digaruk sampai berdarah. “Jadi kami sangat sedih sekali dengan penyakit yang dialami anak kami ini,” ungkapnya dengan mimik sedih. (irwan)