Masita Hanum boru Batubara, warga Jalan Kertas Medan Petisah, menanggung penyakit yang memalukan, sekujur tubuhnya melepuh, bersisik, berair dan bau. Saat ini Masita Hanum dirawat di RSU Royal Prima, Jalan Ayahanda, Medan.
Informasi dari suami korban, Khairul Harahap, penyakit yang diderita istrinya ini diduga berawal dari salah diagnosa yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di klinik Mariani Utama, jalan Gatot Subroto, Gang Johar, Kel Sei Putih Barat, Kec Medan Petisah.
Namun, Khairul menuding bahwa Bidan Hj Mariani selaku pemilik klinik Mariani Utama tidak mempunyai itikad baik untuk membantu pengobatan Masita Hanum.
Klinik Mariani terkesan acuh dan tidak peduli, bukan itu saja, sekarang ini badan istri ku bersisik, berair dan bau," ucap Khairul, Sabtu (28/1).
Keluarga akhirnya melaporkan Hj Mariani ke polisi. "Kami telah melaporkan Klinik itu keberbagai pihak yang berwenang, diantaranya Poldasu, Dinkes, dan sekarang kami melaporkan klinik tersebut ke Polrestabes Medan secara resmi," tutur Khairul.
Khairul yang didamping Sri Hartati Harahap, Kakak ipar korban, menunjukkan STPL /21/ K /1 /STPL/2017/Polrestabes Medan/ tanggal 27/1/2017.
Selain melapor secara resmi ke Polrestabes Medan, Khairul juga mengaku akan menyurati semua intansi. “Bahkan bila perlu ke Menteri Kesehatan dan ke Presiden RI Jokowi pun bakal kita laporkan jika memang pihak Klinik Mariani Utama tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.
Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho melalui Kasat Reskrim AKBP Febriansyah berjanji akan mengusut kasus dugaan Malpraktek tersebut.
"Laporan korban telah kita terima,dan akan kita proses,"ucap AKBP Febriansyah.
Selain cemas dengan kondisi Masita, Khairul, Sri dan keluarganya juga bingung dengan biaya perobatan. Sebab, pihak klinik Mariani Utama yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Gang Johar, Medan itu terkesan tak mau bertanggungjawab.
"Jangankan menjeguk, menanyakan kondisi Masita saja, Bidan Hj Mariani tidak pernah," ujar Sri.
Sebelumnya,pihak klinik Mariani Utama saat dikonfirmasi malah emosi dan mengusir para awak media. (rls)