Ini babak baru dalam dunia kedokteran Indonesia. Seorang pasien, berinisial HH (50) menyiramkan kopi panas ke dokter di Rumah Sakit Husada, Jakarta Pusat karena karena dokter dianggap tidak profesional dalam menangani dirinya.Kapolsek Sawah Besar Kompol Shinto Silitonga, mengatakan dokter Fransiska Mochtar (37) mengalami luka bakar pada bagian muka. Dia menjelaskan, kejadian berawal saat pasien akan diperiksa. Namun saat melakukan pemeriksaan, Fransiska menggunakan telepon.
"Tidak hanya itu ketika pelaku bertanya, korban menanggapinya seperti malas-malasan," kata Shinto, saat dihubungi, Rabu (20/11).
Tidak senang dengan perlakuan Fransiska, HH menyiram dokter dengan kopi panas yang baru dibelinya. Lalu, pelaku juga memukuli korban hingga akhirnya dilerai satpam rumah sakit.
"Diduga pelaku sangat kesal kepada korban, sebab sudah lama dirawat, pelaku merasa tidak ada kemajuan saat dirawat di Rumah sakit tersebut, ditambah perilaku dokter yang tidak melayani pasien sebagaimana semestinya," kata Shinto.
Akibat kejadian tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa gelas kopi dan baju dokter yang terkena siraman kopi. Shinto mengatakan pelaku diancam dengan pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
"Karena pelaku dalam keadaan sakit, maka prosesnya dilakukan di rumah sakit," pungkasnya.
Masyarakat menanggapi beragam terhadap kejadian ini. Namun mayoritas tidak bersimpatik terhadap dokter tersebut.
"Dokterx hrs tau etika jg. nggak ada aturanx dokter meriksa pasien smbl telponan" tulis Asnur Chelayart dalam akun facebooknya.
"emang dokternya ngak tau kode etik, tapi biasalah pendidikan dokter di indonesia yang penting kan ada uang......... lihatkan hasil dari kesombronoan dan mata duitan kalian dalam merektrut calon dokter. Apa kabar IDI ni anggota kok goblok banget dan tak tahu aturan. tolong disidik tu. jangan aktifnya mau nuntut doang, pas ginian bergerak juga dong", timpal Cap lah untuk komen tersebut. [mtf]