Penyakit Ispa (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan Tuberkulosis (TB) Paru, banyak diderita warga Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Patumbak, dr Hj Lenni Estani. Bahkan, dia juga tidak menampik kalau jumlah itu terus meningkat setiap tahunnya.
Penyebab dari banyaknya masyarakat di Kecamatan Patumbak yang menderita penyakit Ispa dan TB Paru, Lenni enggan berkomentar. Disebutnya kalau pihaknya sudah sering melakukan Penyuluhan Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat di Kecamatan Patumbak. Selain itu, Lenni juga mengatakan kalau penyakit itu bukan penyakit yang sulit disembuhkan. Hanya saja, dikatakannya kalau jumlah penderita Ispa dan TB Paru yang terbilang cukup tinggi dikarenakan penyakit itu mudah menular.
"Meski pun jumlah penderita Ispa dan TB Paru setiap tahunnya meningkat, namun hal itu tidak dominan karena siklusnya tidak tetap alias sesuai kondisi cuaca. Untuk mengantisipasinya, saya menghimbau agar masyarakat menerapkan hidup bersih dan sehat saja, "ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah warga di Kecamatan Patumbak mengaku resah dengan kondisi lingkungan mereka saat ini. Jalan rusak dengan lubang-lubang besar menganga di badan jalan, disebut mereka akan menjadi tempat bergumpalnya abu. Keadaan semakin parah, jika cuaca sedang panas serta truck-truck khususnya yang mengangkut bahan material galian C melintas.
"Kalau cuaca sedang panas dan truck-truck itu lewat, maka muncullah abu tebal dan kemudian terbang hampir ke seluruh arah. Karena sering terhirup abu itu, kebanyakan kami mengalami penyakit pilek dan batuk. Untuk mengurangi dampak itu, terkadang inisiatif sendirilah dengan menyirami jalan dengan air dari parit, "ungkap Ponem (60) yang mengaku sudah tinggal di kawasan itu sejak tahun 69.
Sementara I Tarigan (33) warga Delitua yang bekerja di kawasan Tj Morawa dan setiap hari melintas dari Kecamatan Patumbak juga mengaku resah dan terganggu dengan kondisi tersebut. Diakuinya, dirinya setiap hari mengenakan masker untuk melindungi dirinya dari abu tebal saat berkendara. Meski demikian, I Tarigan mengaku tetap sering mengali sesak nafas dan merasa hidungnya tersumbat, baik begitu tiba di tempat kerjanya, mau pun tiba di rumah sepulang kerja.
Meski sudah dilakukan berbagai aksi masyarakat di kecamatan Patumbak menuntut penutupan galian c dan perbaikan jalan yang menyebabkan jalan berdebu, namun belum ada realisasinya dari Pemkab Deli Serdang. (herda)