Bupati Serdang Bedagai, Soekirman mengajak segenap warga didaerahnya untuk menggiatkan gotong royong dalam rangka mengantisipasi ancaman banjir berkaitan dengan tingginya curah hujan selama hampir dua bulan terakhir.
“Seluruh unsur Muspika dan warga diharapkan dapat saling bergotong royong mengantisipasi bencana banjir,” katanya di kantor Bupati Serdang Bedagai, Sei Rampah, Senin.
Ia menyampaikan hal itu pada bagian akhir sambutan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 85 tahun 2013 yang diikuti peserta upacara dari unsur pegawai se jajaran Pemkab Serdang Bedagai dan perwakilan sejumlah organisasi kepemudaan.
Menurut dia, intensitas curah hujan di wilayah Serdang Bedagai tergolong tinggi sehingga menyebabkan beberapa kawasan dilanda banjir.
Salah satu kawasan yang akhir-akhir ini sering dilanda banjir, yakni kawasan permukiman penduduk dan lahan sawah di sekitar bantaran Sungai Rampah.
Dalam upaya meminimalisir dampak bencana yang ditimbulkan oleh fenomena alam itu, Soekirman mengingatkan warga agar melakukan berbagai langkah antisipasi, di antaranya bergotong royong menata saluran pembuangan air atau parit.
Khusus dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, Bupati Serdang Bedagai menekankan tentang pentingnya bagi para pelajar untuk lebih menghayati dan meresapi nyanyian lagu wajib bangsa Indonesia.
“Menghayati dan meresapi lagu-lagu wajib bertujuan mengingat jasa pahlawan yang telah gugur mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Dikatakannya, Sumpah Pemuda merupakan momentum sejarah yang sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia yang dipelopori oleh anak-anak muda pada zamannya.
Pada peringatan Sumpah Pemuda tersebut, Bupati Soekirman juga menyerahkan penghargaan kepada Karina Bacin yang mewakili pemuda pelopor Serdang Bedagai dari Kecamatan Pantai Cermin. (Ant)