Kamis, 07 Mei 2026

Penambangan Emas Ilegal di Gunung Manggar merusak lingkungan

JATIM (utamanews.com)
Kamis, 11 Feb 2016 08:25
Beberapa tahun terakhir ini penambangan illegal di Gunung Manggar Ds.Kesilir ,Kec Wuluhan, Kab Jember  yang masuk dalam kawasan wilayah Perhutani Jember semakin marak berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan akibat lain yang ditimbulkan.


Menyikapi hal ini diadakan rapat koordinasi dalam rangka menyatukan persepsi dalam penanganan penambangan emas illegal di Gunung Manggar, di aula Rupatama Polres Jember, yang dihadiri oleh Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, S.I.P, Kabag Ops Polres Jember Kompol Kusen Hidayat, Ka Disperindag & ESDM Ahmad Sudiono, Ka Perhutani Jember  Djohan Surjoputro S.Hut,.MM, Muspika Wuluhan, dan segenap pemangku kepentingan terkait lainnya, pada Rabu (10/02/2016).

Pada kesempatan tersebut Letkol Inf Muhammad Nas S.I.P mengajak semua pihak untuk bersikap yang obyektif terhadap hal ini, karena hal ini sudah mengarah pada pelanggaran hukum sehingga perlu adanya ketegasan kita semua untuk mengadakan upaya penutupan.
“Salah satu dampak penambangan tersebut yang sudah merugikan masyarakat yakni adanya pendangkalan saluran air irigasi, sehingga mengeringkan sawah di beberapa desa, baik di Kec Ambulu maupun di Kec Wuluhan. Belum kerusakan lingkungan, ancaman bahaya longsor dan lain-lainnya,” ujar Muhammad Nas.

Selanjutnya Djohan Surjoputro memberikan paparan terkait obyek penambangan dan dampak yang diakibatkan . Luas Hutan Gayam di Gunung Manggar 81 Ha dan yang ditambang sekitar 8 Ha, sehingga perbandingannya sekitar 3,24 % dari seluruh luas baku hutan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa langkah-langkah yang sudah diambil dengan mengadakan operasi bersama Perhutani, Polres dan Kodim 0824 untuk menutup lobang-lobang galian, membakar gubuk-gubuk, menyita peralatan blower, diesel dan lain-lain. “Bahkan kita sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, dampak-dampak penambangan tersebut,” ujar Djohan.

Sebelum mengakhiri paparannya Djohan Surjoputro menjelaskan bahwa perlu adanya langkah-langkah khusus, misalnya dengan mengeposkan pasukan TNI di lokasi tersebut beberapa hari untuk menutup lobang-lobang galian. “Kami pernah mencoba untuk menutup lobang tersebut 1 lobang kami tutup dengan memakan waktu sekitar 4-5 jam, namun kalau yang nutup personel TNI mungkin cukup hanya 2 jam saja,” tambahnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Disimpulkan bahwa perencanaan yang konkrit dan matang diperlukan untuk menghentikan penambangan illegal tersebut, yang notabene tidak dilakukan oleh masyarakat sekitar tetapi oleh warga dari Jawa Barat, Kalimantan, Banyuwangi dan lain-lain, yang tentunya memiliki keahlian dalam penambangan tersebut.

(rls)
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️