Beberapa orang yang tergabung dalam "Mahasiswa Peduli Kota Binjai" menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Walikota Binjai yang beralamat di Jalan Jend. Sudirman, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (28/6).
Adapun aksi yang dipimpin oleh M. Rafli Nasution yaitu terkait adanya dugaan gratifikasi jual beli proyek di Dinas Perhubungan Kota Binjai.
Pantauan awak media, massa juga membawa pengeras suara serta beberapa karton yang bertuliskan tuntutan mereka.
"Kepada Bapak Walikota Binjai, tolong cepat diusut dugaan kasus jual beli proyek di Dishub Binjai. Pak Wali itu ganteng, tapi sayang penakut. Usut!!! Apakan dulu itu pak, biar gak apa kali," berikut isi beberapa isi tulisan yang ada di karton yang mereka bawa.
Sementara itu, orator aksi dalam orasinya menegaskan jika aksi yang mereka lakukan merupakan aksi yang ketiga kalinya.
"Aksi kami ini merupakan aksi kami yang ketiga kalinya. Kami hadir disini untuk mempertanyakan dugaan korupsi dan jual beli proyek di Dinas Perhubungan Kota Binjai yang kami duga pemainnya adalah Kadishub Kota Binjai," ungkap Rafli Nasution.
Rafli juga menegaskan, pihaknya mempunyai data data yang valid terkait adanya penyimpangan yang terjadi di Dishub Kota Binjai.
"Untuk itu kami meminta kepada Inspektorat Kota Binjai agar segera memeriksa Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai terkait adanya dugaan jual beli proyek," tegas Rafli.
"Kami meminta kepada Inspektorat Kota Binjai untuk melakukan pemeriksaan khusus di Dinas Perhubungan Kota Binjai terkait penggunaaan anggaran dari tahun 2021-2024 dan mempublikasikan hasilnya secara transparan," sambung para peserta aksi.
Tidak hanya itu, massa juga meminta Inspektorat Binjai dalam memeriksa dugaan tersebut, tidak hanya berdasarkan laporan masyarakat saja, namun harus aktif karena kasus ini sudah viral di media sosial.
Aksi mereka pun dijaga oleh petugas keamanan dari Satpol PP dan Polres Binjai. Tak berselang lama, massa pun membubarkan diri karena tidak ada yang menerima dari Pemko Binjai.