Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Dobo mengadakan silaturahmi dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Aru. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Cabang GMKI Dobo, Marko Karelau, menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah awal Bupati melalui berbagai kebijakan yang telah diambil. GMKI Dobo juga menyatakan komitmennya untuk mengawal jalannya pemerintahan Bapak Bupati Kabupaten Kepulauan Aru selama lima tahun ke depan.
Marko juga menyampaikan bahwa masyarakat Aru sebenarnya membutuhkan sentuhan langsung dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru.
Dalam ruang diskusi bersama Bupati, terdapat beberapa poin penting yang disampaikan:
1. Status Kampus PSDKU Aru
GMKI menyoroti besarnya dana hibah dari Pemerintah Daerah kepada pengelola kampus PSDKU Aru, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan ekspektasi. Menanggapi hal ini, Bupati menyatakan bahwa pihaknya akan meninjau kembali pengelolaan kampus tersebut. Menurut beliau, dana yang telah dikeluarkan cukup besar dan seharusnya diimbangi dengan hasil yang memuaskan.
2. Pemberdayaan Pemuda dan Fasilitas Umum
GMKI mendorong Pemerintah Daerah untuk lebih jeli dalam memanfaatkan potensi dan minat bakat anak-anak muda Aru. Salah satu saran adalah memberdayakan kembali Tribun Lapangan Yos Sudarso seperti dulu, yang menjadi tempat aktivitas olahraga seperti voli dan sepak bola. Mereka juga mengusulkan agar pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi pemuda yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Menanggapi hal ini, Bupati menjelaskan bahwa Tribun Lapangan Yos Sudarso akan dibongkar dan dijadikan ikon daerah. Sementara itu, semua kegiatan olahraga akan dipusatkan di GOR yang akan diperbaiki agar semua aktivitas olahraga tertib dan terpusat.
3. Penanganan Anak-anak di Luar Jam Sekolah
GMKI mengusulkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk bersama-sama merancang konsep guna mencegah anak-anak (di bawah umur) berkeliaran di malam hari, terutama di jam-jam sekolah. Mereka berharap Bupati segera membentuk tim yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Satpol PP, dan dinas terkait untuk mengatasi hal ini.
4. Isu Gaji Guru-guru PGRI
Terkait isu gaji guru-guru PGRI yang tengah menjadi perbincangan di masyarakat, Bupati menyampaikan bahwa ia tidak ingin masa periodenya hanya difokuskan untuk membayar utang. Ia lebih memilih fokus pada pelaksanaan visi dan misinya dalam membangun daerah.
GMKI juga menyinggung soal penataan pedagang buah di pinggir jalan ruas kota, khususnya di kawasan Namajala. Menurut mereka, hal ini perlu ditertibkan agar kota terlihat lebih rapi. Bupati menyambut baik masukan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk melakukan penataan.
Di akhir diskusi, Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, T. Kaidel, menyampaikan pesannya kepada masyarakat:
“Pesan saya untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, tetap tenang. Kita masih dalam tahap membenahi seluruh stakeholder demi kelangsungan pemenuhan kebutuhan masyarakat.”