Pembangunan lampu Taman di ruas jalan, yang mungkin tujuannya baik dalam penerangan jalan dan kesan eksotis di tengah lingkungan kota dan pinggir jalan, namun, beberapa tempat ada juga merupakan kekecewaan masyarakat, karena kesannya mempersempit ruang di lingkungan rumahnya.
Manfaat lampu Taman di ruas jalan ini, menjadi perdebatan di beberapa tempat berkumpulnya masyarakat yang sedang nongkrong. Yang mana hal ini terpantau UTAMA NEWS, disebabkan adanya pembongkaran beberapa tiang lampu taman, di ruas jalan Hutabarat seberang kantor Kejari Tarutung kabupaten Tapanuli Utara.
Anggaran yang digunakan melalui pinjaman dari PT. SMI ini, sudah seharusnya terlihat baik, yang merupakan memenuhi dari beberapa aspek tinjauan akademik, tempat lokasi, estetika, manfaat ke masyarakat setempat, juga perencanaan yang matang untuk merancang pembangunan lampu jalan ini.
Dari persepsi masyarakat yang berkembang terdengar, berkaitan adanya pembongkaran tiang lampu jalan ini.
Apakah pihak dinas terkait tidak mempunyai perencanaan? Sehingga, terkesan hanya menghabiskan anggaran penggunaan dana pinjaman PEN daerah kabupaten Tapanuli Utara.
Dari milliaran anggaran pembangunan lampu jalan ini, terdengar dibahas masyarakat. Dimana, pada trotoar jalan Panjaitan kecamatan Tarutung, peletakan tiang lampu jalan ini mempersempit lingkungan perumahan mereka. Begitu juga dengan yang di tanggul sungai Aek Sigeaon, yang dulunya ramai orang berolahraga 'jalan sore' di sekitar tanggul. Namun, setelah berdirinya lampu jalan ini, terpantau setiap sorenya sudah berkurang yang melakukan aktivitas olahraga sore.
Berikut tanggapan seseorang pejalan sore oleh wartawan UTAMA NEWS di tepi tanggul sungai Aek Sigeaon, pada Rabu 25 Januari 2023.
"Maaf Pak, mengganggu sebentar waktunya? Saya dari media online, memperhatikan pejalan sore di sekitaran Tanggul sudah tidak ramai lagi?" tanya wartawan.
Dengan sedikit tersedak, si Bapak yang tidak mau disebutkan namanya di media menerangkan sedikit yang dia fahami.
"Saya terbiasa olahraga sore hari, dengan berjalan kaki di tepi tanggul sungai Aek Sigeaon ini. Memang, dulunya sudah ramai orang lalu-lalang berjalan sore di tepi tanggul. Namun, saya juga sempat bingung, kenapa makin berkurang pengguna areal tanggul untuk berjalan sore? Dulunya, sewaktu adanya covid, banyak pengguna jalan sore di tepi tanggul ini. Satu hal tujuannya, untuk menguatkan dan menjaga kesehatan tubuh", terang si bapak pejalan sore di tepi tanggul sungai Aek Sigeaon.