Jumat, 26 Apr 2019 19:46
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Rumah Konstituen Ajak Warga Mewaspadai Intimidasi Etnis Menjelang Pemilu 2019

Rumah Konstituen Ajak Warga Mewaspadai Intimidasi Etnis Menjelang Pemilu 2019

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 14 Apr 2019 18:14
Eldipa
Peserta mengikuti dialog publik yang digelar oleh Rumah Konstituen, Minggu (14/4/2019)
Ungkapan mayoritas-minoritas kembali mengemuka ke publik. Netizen ramai mengecam status akun 'Antonio Bannera', yang mengungkit kembali tragedi '98 sambil mengungkit suksesi Pilpres 2019.

Menurut Candiki Repantu, Antropolog PUSIS Unimed, penyebab munculnya persoalan etnik karena adanya kepentingan politik. 

"Hasil penelitian kami, masalah etnik banyak dimanfaatkan untuk melakukan politik identitas. Kata 'Cina' sering digunakan sebagai 'labeling negatif' terhadap etnis Tionghoa. Dan ironisnya, 'labeling' ini dibuat untuk melakukan justifikasi kekerasan dan menganggap intimidasi adalah hal wajar", tutur Candiki, dalam dialog publik "Meneguhkan NKRI, Mewaspadai Intimidasi Etnis Menjelang Pemilu 2019", yang digelar oleh Rumah Konstituen, di D'Jong Cafe, Minggu (14/3/2019).

Antropolog ini tidak menampik bahwa di negeri multietnis, labeling terhadap minoritas sering digunakan untuk meraih suara mayoritas. Oleh karenanya masyarakat harus menyadari bahwa munculnya isu sentimen etnis karena ada kepentingan, baik kepentingan sesaat berskala kecil maupun kepentingan global.

Jalan keluar dari persoalan ini, menurut Candiki, adalah menerima perbedaan sebagai anugerah, selalu berpikir positif, dan jangan mau diadu-domba oleh kepentingan pihak-pihak tertentu.

Dialog ini diikuti kurang lebih seratus warga berbagai etnis dan agama, dan dirangkai dengan deklarasi "Pemilu damai tanpa diskriminasi dan intimidasi etnis."

Salah satu pembicara dalam dialog publik ini, Liani (etnis Tionghoa), mengatakan bahwa beberapa kali pengalamannya dalam Pemilu, etnis Tionghoa kerap menjadi sasaran intimidasi dan diskriminasi demi kepentingan kelompok tertentu.

"Itulah yang menyebabkan etnis Tionghoa tidak begitu peduli dengan pemilu. Yang penting bagi mereka rukonya aman, usahanya berjalan. Berpolitik, dikatakan kurang kerjaan," ungkap Liani yang kini calon anggota legislatif DPRD Medan dari PSI.

Bersama Liani, pembicara lainnya adalah Irwansyah (Ketua Jurusan Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara), Eko Marhaendy (Direktur Eksekutif Rumah Komunikasi) dan Candiki Repantu (Antropolog UNIMED), dengan moderator Samuel Nababan.
Editor: Tommy

T#g:GolputIntimidasi
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Apr 2019 18:11

    HUT ke-73 Persit Kartika Chandra Kirana, Dandim 0204/DS: Ibu-Ibu Persit Jangan Golput

    Istri-istri tentara yang tergabung dalam Persatuan Istri Tentara (Persit) Cabang XXXIII Kodim 0204/DS diminta untuk tidak Golput dalam Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu 17 April 2019 mendatang.Pesan ini d

  • Senin, 08 Apr 2019 06:08

    Bersatu Tolak Golput dan Lawan Hoax Untuk Pemilu 2019 Yang Berkualitas dan Menjamin Keberlanjutan Kepemimpinan Nasional

    Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi tetap satu. Semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila ini benar-benar cocok dengan keragaman di Indonesia. 1.340 s

  • Minggu, 07 Apr 2019 16:37

    DR Indra Wahidin Himbau Umat Budha Datang Ke TPS-TPS pada 17 April

    Pemilu merupakan sarana demokrasi untuk mewujudkan cita-cita bersama. Sebuah ikhtiar dalam berbangsa dan bernegara, ajang resmi memilih pemimpin. Bagi umat beragama, memilih pemimpin pemerintahan meru

  • Sabtu, 06 Apr 2019 19:56

    Ustadz M. Dahrul Yusuf: Jangan Jadikan Tempat Ibadah Sebagai Ajang Politik

    Jangan jadikan tempat-tempat ibadah sebagai ajang politik. Tempat ibadah adalah untuk beribadah mendekatkan diri kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

  • Sabtu, 06 Apr 2019 17:46

    KPUD Labuhanbatu Gelar Konser Musik Ajak Masyarakat Memilih, Tidak Golput

    Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Labuhanbatu menggelar Konser Musik dan Pemilu Run di Simpang Enam Kota Rantauprapat, Sabtu (6/4/19) siang.Menurut keterangan Wahyudi kepada awak media mengatakan, "

  • Jumat, 05 Apr 2019 22:25

    Pendeta DR. Elim Simamora Himbau Masyarakat Gunakan Hak Pilih Pada 17 April 2019

    Suara warganegara Indonesia pada Pemilihan Umum bernilai sama. Tak ada beda suara orang kaya dengan umat yang kesulitan. Dan setiap suara memiliki pengaruh yang besar dalam Pesta Demokrasi.Demikian di

  • Jumat, 05 Apr 2019 13:45

    Hak Suaramu Menentukan Masa Depan Bangsa

    Dalam sejarah demokrasi di Indonesia dalam proses pemilihan umum selalu diwarnai dengan yang namanya golongan putih atau yang sering disebut dengan Golput.Golput adalah masyarakat yang tidak menggunak

  • Kamis, 04 Apr 2019 17:04

    Sutrisno Pangaribuan: "Stop Golput, Sukseskan Pemilu 2019"

    Politisi Milenial dari DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan menghimbau masyarakat Sumatera Utara, khususnya kaum Milenial untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan tanggal 17

  • Senin, 01 Apr 2019 06:51

    Ingatkan Nyoblos 17 April, Presiden: Satu Suara Sangat Penting Bagi Arah Negara Kedepan

    Presiden Jokowi kembali mengingatkan warga masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 mendatang, yang sudah tinggal beberapa hari lagi."Marilah kita

  • Jumat, 29 Mar 2019 12:49

    Demi Suksesnya Keberlanjutan Pembangunan Indonesia, Jangan Takut Memilih dan Terprovokasi Hoax

    Selama ini, Pemilihan Umum di Indonesia seringkali suasananya membuat rasa khawatir. Hal ini tidak lain karena para politisi menghalalkan semua cara untuk memperoleh kekuadaan tanpa mempertimbang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak