Masyarakat Kota Binjai resah karena adanya Juru Parkir (Jukir) diduga ilegal beroperasi mengutip parkir di Jalan T. Imam Bonjol, tepatnya di depan Warung Steak dan di sekitar Toko Serbu yang berada di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan BRI serta Toko Ria Busana.
Tak hanya diduga ilegal, masyarakat juga mengatakan Jukir yang melakukan pengutipan ini bersikap arogan dan kasar. Bahkan si Jukir berujar tidak takut pada siapapun.
Saat masyarakat mengecek kartu identitas jukir tersebut, terungkap masa berlakunya sudah tidak aktif lagi. Parahnya, masyarakat hanya berhenti sebentar, tapi sudah dimintai uang sama Jukir yang diduga ilegal ini.
Mendapat kabar tersebut, Wakil Walikota Binjai Rizky Yunanda Sitepu, segera mendatangi lokasi yang dimaksud.
"Hal itu berdasarkan laporan dari masyarakat yang masuk kepada saya perihal dugaan pungli dan petugas parkir serta kasar yang terjadi di parkiran Jalan T Imam Bonjol depan Warung Steak dan Toko Serbu Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan BRI serta parkiran Toko Ria Busana," ucap Rizky, Senin (20/2) disoal mengapa dirinya langsung turun ke lokasi.
Lebih lanjut dikatakan Rizky, setelah dirinya melakukan kroscek terkait keresahan warga, ternyata ditemukan beberapa petugas parkir yang kartu identitasnya sudah tidak aktif lagi.
"Ada juga yang tidak memakai identitas dengan alasan memback up teman dan karcis parkir yang masih utuh tidak diserahkan kepada masyarakat yang bertanya karcis parkir dan petugas parkir yang arogan hingga kasar," kata Rizky.
Tak hanya itu, menurut Wakil Walikota Binjai ini, saat dirinya mendatangi petugas parkir yang diduga arogan hingga kasar, yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Si jukir pun kemudian meminta maaf atas ulah serta perbuatan dan tindaklakunya kepada masyarakat yang telah dirugikan.
"Saya sangat menyayangkan perbuatan oknum petugas parkir tersebut. Karena dari hal ini lah yang membuat resah dan tidak ada kenyamanan dari masyarakat yang parkir," tegas Rizky.
Tak ayal, retribusi parkir yang ditargetkan setiap tahunnya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Binjai akhirnya tidak tercapai. Hal tersebut disinyalir adanya dugaan permainan karcis parkir yang tidak diberikan kepada masyarakat, kecuali diminta.
"Saya berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi setelah saya tinjau di lokasi. Dan para petugas parkir saya himbau untuk segera mengurus kartu identitas parkirnya secara resmi ke dinas terkait untuk mewujudkan Binjai yang semakin maju," tutup Rizky Yunanda Sitepu.