Puluhan Murid SD di Dairi Minta Jokowi Perbaiki Jalan Rusak Parah
Dairi (utamanews.com)
Oleh: Sastra Tarigan
Senin, 28 Agu 2023 18:48
Dok. Cahaya Ujung
Puluhan murid SD di Dairi saat melintas dan menyuarakan permintaan perbaikan jalan rusak kepada Jokowi.
Jalan yang menghubungkan Desa Kempawa dengan sekolah dasar (SD) Negeri 03593 rusak parah dan berlumpur, mengakibatkan kesulitan akses bagi para murid SD dan anak PAUD, di wilayah Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumut tersebut.
Puluhan murid yang setiap harinya harus melalui jalan rusak tersebut menyuarakan permintaan perbaikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Senin (28/8/23).
“Tolong perbaiki jalan kami pak jokowi, kami kesusahan kesekolah. Tolong perbaiki jalan kami pak jokowi,” teriak puluhan murid SD sambil menenteng sepatu masing-masing.
Momen jalan rusak parah berlumpur itu pun diabadikan warga Desa Kempawa Cahaya Ujung menggunakan kamera handphone miliknya. Video tersebut juga disebar ke sejumlah media sosial oleh Cahaya Ujung, Ketua DPC Himpunan Masyarakat Pakpak (HIMPAK) Kecamatan Tanah Pinem Dairi Sumut.
Dibenarkan Cahaya Ujung, akses jalan tersebut merupakan akses masyarakat ramai. Terutama jalan satu-satunya bagi murid SD dan anak PAUD yang jarak tempuh dari tempat tinggal masing-masing bekisar dua kilo meter lebih.
Postingan warga di media sosial tentang buruknya kondisi infrastruktur di dusun Kuta Nangka desa Kempawa kecamatan Tanah Pinem, Dairi
Disebutkan dia, di kala musim hujan kondisi jalan rusak sangat berlumpur dan sulit dilalui kenderaan roda dua maupun roda empat.
“Takut terpleset dan terancam keselamatan menggunakan kenderaan, mengingat medan jalan tanjakan dan curam. Mereka para orang tua dan anak sekolah memilih jalan kaki menuju sekolah yang berjarak 2 Kilometer,” ujarnya.
Soal jalan hancur dan berlumpur, Cahaya Ujung mengaku sudah lumayan lama tidak pernah ada perbaikan dari pihak Pemerintah. Terutama jalan dari Dusun Kuta Nangka menuju Desa Kempawa tempat sekolah anak-anak menuntut ilmu.
Untuk itu, mewakili masyarakat, Cahaya Ujung berharap kondisi jalan itu segera diperbaiki Pemerintah.
“Berhubung saat ini musim hujan, jalan hancur rusak parah dan berlumpur yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Khususnya daerah selaku penghasil tanaman jagung, kemiri, coklat dan tanaman lainnya yang sangat berdampak terhadap nilai jual,” pungkasnya.