Dalam pertemuan ini hadir Indra Simaremare Sekretaris Daerah, Budiman Gultom Kadis Perkim, Dalan Simanjuntak Kadis PUPR dan lainnya.Sekretaris Daerah sebagai narasumber memberikan klarifikasi terkait adanya polemik pelaksanaan pembangunan 'jalan lingkar' kecamatan Siborong-borong.
"Kami dari Pemkab Taput, sudah melakukan mekanisme yang diatur oleh perundangan. Dalam hal ini, terkait pembangunan jalan lingkar Siborong-borong. Namun, karena adanya polemik di media cetak, media sosial dan media elektronik kami perlu mengklarifikasi hal ini", ucap Sekda Taput.
Sebelumnya, terkait pelaksanaan pembangunan ''jalan lingkar' terjadi polemik terkait adanya salah seorang dari pihak masyarakat yang terdampak pembangunan ini merasa komplain.
Hal komplain disuarakan masyarakat tersebut, sangat merebak di media sosial, cetak dan elektronik di awal Januari 2022 ini.
Adapun masyarakat tersebut adalah Anton Sihombing mantan DPR RI tiga periode. Yang mana, dari tuntutannya masyarakat ini, meminta 'ganti untung' dari dampak pembangunan jalan ini.
Juga, dipetik dari beberapa akun Facebook yang menyiarkan secara langsung melalui media sosial Anton Sihombing menuding pihak Pemkab Taput belum melakukan penghubungan secara langsung kepadanya terkait lahannya yang dilalui pembangunan ini.
Secara tegas, Sekretaris Daerah membantah hal ini dengan memberikan klarifikasi kepada sejumlah wartawan di Taput.
"Kami sudah melakukan mekanisme sesuai ketentuan yang diatur, terkait pembayaran kepada Pak Anton Sihombing. Tim apresial memperhitungkan nilai tanah Pak Anton Sihombing Rp1,6 Miliar dengan dua kali pembayaran. Namun, Beliau meminta Rp2,5 M untuk pembayaran ganti ruginya", terang Sekda.
Dari keterangan Sekda, bahwasanya tanah yang dilalui pembangunan tersebut atas permintaan Pak Anton Sihombing sendiri.
Dengan menunjukkan untaian video, Sekda menjelaskan kepada insan pers bahwasanya Pak Anton sendiri berada di lokasi kejadian pembukaan lahan tersebut.
Tanpa ada paksaan dan tekanan, Pak Anton Sihombing meminta agar lahannya bisa dilalui pembangunan Jalan Lingkar tersebut.
"Kami telah beberapa kali melakukan pertemuan kepada Pak Anton Sihombing, untuk menyelesaikan segala sesuatu terkait lahan beliau yang dilalui pembangunan jalan lingkar tersebut", ungkap Sekda.