Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Kaputama, melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sabtu (6/12) siang.
Bantuan berupa paket sembako dan obat obatan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan peduli terhadap sesama yang mereka kumpulkan melalui Donasi korban banjir di beberapa titik yang ada di Kota Binjai.
"Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari kami terhadap sesama yang menjadi korban banjir di Kecamatan Tanjung Pura," ungkap Ketua STMIK Kaputama Dr. Relita Buaton ST. M.Kom.
Ia juga mengucapkan belasungkawa dan rasa prihatin terhadap masyarakat yang terdampak banjir, khususnya yang ada di Kota Binjai dan Langkat.
"Kami berharap kepada masyarakat yang tertimpa musibah ini dapat menerimanya dengan ikhlas dan lapang hati. Pasti ada hikmah dibalik musibah ini," tutur Relita Buaton, seraya menyampaikan salam dari Pembina Yayasan PTIM Dr. Parlindungan Purba, MM, dan Ketua Yayasan Drs. Irwanto Tampubolon.
Diakui Relita, bantuan tersebut diserahkan di Dua Desa yang ada di Kecamatan Tanjung Pura, yaitu Desa Pekubuan dan Desa Pantai Cermin.
Sebagai Ketua STMIK Kaputama, pria yang akrab dengan awak media ini juga berharap kepada masyarakat Tanjung Pura agar dapat segera pulih dan kembali menata kehidupan mereka dengan lebih baik.
"Kehadiran kami disini ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendiri saat menghadapi musibah banjir ini. Kami sesama masyarakat juga ikut merasakan penderitaan ini. Untuk itu, mari kita saling membantu, menguatkan dan mendampingi saudara saudara kita yang tertimpa musibah banjir ini," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua l STMIK Kaputama, Novriyenni M. Kom, yang turut serta dalam menyalurkan bantuan, berharap kepada masyarakat yang terdampak banjir, dapat kembali beraktifitas seperti biasa.
"Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat meringankan beban ekonomi dan membantu memenuhi kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak banjir," ucapnya.
Tidak hanya paket sembako, STMIK Kaputama juga menyumbangkan obat obatan di Posko Kesehatan yang di dirikan oleh RSUD Tanjung Pura.
"Benar, tadi kami juga menyambangi Posko Kesehatan yang ada di Tanjung Pura, untuk menyerahkan obat obatan," bebernya.
Guna menjamin bantuan tersebut sampai ditangan orang yang membutuhkan, sambung Novriyenni, pihaknya meikutsertakan aparat TNI dari Koramil setempat.
"Alhamdulillah, bantuan tersebut akhirnya diterima langsung oleh Kepala Desa Pekubuan dan Pantai Cermin, didampingi oleh Kepala Dusun dan masyarakat sekitar," ujar Wakil Ketua l STMIK Kaputama ini.
Disoal apa saja bantuan yang diserahkan kepada masyarakat, Novriyenni pun menjelaskan jika bantuan tersebut merupakan paket sembako.
"Bantuan tersebut berupa 50 karung beras, dimana setiap karung berisi 10 kilogram beras, mie instant, air mineral, minyak goreng dan juga gula. Semua itu kami bagi untuk dua desa," beber Novriyenni, sembari berharap semoga musibah banjir yang melanda Tanjung Pura dan sekitarnya, segera berakhir.
Rasa haru juga diungkapkan Ketua BEM STMIK Kaputama, Khairul Siregar, yang ikut langsung menyerahkan bantuan tersebut. Diakuinya, bantuan tersebut merupakan hasil dari mengumpulkan donasi selama sepekan di beberapa titik yang ada di Kota Binjai.
"Sekitar seminggu yang lalu, tepatnya pada hati Jumat, kami mengumpulkan donasi di beberapa titik, termasuk di Traffic light, untuk korban banjir di Kecamatan Tanjung Pura," kata Khairul.
Tidak hanya turun langsung ke lokasi untuk mengumpulkan donasi, Khairul juga mengakui jika pihaknya juga menyebarkan flyer untuk menggalang dana.
"Alhamdulillah, akhirnya terkumpul sekitar 20 juta. Donasi itu akhirnya kami belikan sembako dan obat obatan untuk kami serahkan kepada korban banjir di Kecamatan Tanjung Pura," ujar Khairul, seraya berharap semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.
Senada juga disampaikan I Gusti Prahmana M. Kom yang menjabat sebagai Wakil Ketua lll STMIK Kaputama. Pria yang salah satu tugasnya membidangi kemahasiswaan dan membawahi BEM ini merasa terharu sekaligus bangga karena mahasiswanya memiliki rasa peduli dan solidaritas yang tinggi terhadap sesama, khususnya kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai.
"Jujur saya merasa bangga dengan adik adik mahasiswa STMIK Kaputama, khususnya yang tergabung dalam BEM, yang telah berbuat dan untuk kemanusiaan dan menolong terhadap sesama yang membutuhkan. Semoga perbuatan yang baik ini dapat ditularkan oleh mereka," tutur Gusti dengan penuh haru.
Diketahui, sejak hujan berhari hari yang mengguyur Kabupaten Langkat pada akhir November lalu, beberapa daerah tergenang banjir, termasuk Kecamatan Tanjung Pura yang terdampak paling parah.
Akibatnya, masyarakat pun mengungsi di posko posko yamg didirikan oleh Pemerintah maupun rumah ibadah yang tidak tergenang air.
Walau air susah mulai surut, namun tidak sedikit pengungsi yang terserang penyakit seperti gatal gatal dan demam.
Warga juga berharap semoga musibah ini segera berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktifitas.