Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Batu Bara melakukan demonstrasi di halaman Gedung DPRD Batu Bara, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara, Senin (8/8/2022) siang.
Demonstrasi tersebut dipimpin langsung oleh koordinator aksi, Budi Muhammad. Sementara selaku koordinator lapangan Helkin membawa massa aksi sekitar 15 orang.
Massa aksi membawa sejumlah alat peraga berupa, bendera hijau PC IPNU, kertas karton bertuliskan, "Hentikan Pukat Trawl di Batu Bara", spanduk ukuran 1x3 meter bertuliskan, "Tindak Pukat Trawl di Batu Bara, Berikan Asuransi Nelayan, Permudahkan Nelayan Mendapatkan Solar, dan Berikan Perlindungan Nelayan Tradisional."
Kemudian koordinator aksi, Budi menyampaikan orasinya dengan beberapa tuntutan, yakni:
1. Meminta kepada Bupati Zahir agar segera membuktikan janjinya terkait memperhatikan para nelayan, karena kami nilai para nelayan kurang diayomi.
2. Meminta kepada seluruh anggota DPRD Batu Bara segera menindaklanjuti persoalan kelangkaan minyak/gas bumi di Kabupaten Batu Bara, khususnya di Kecamatan Tanjung Tiram. Hal ini kami nilai adanya keterbatasan dan kelangkaan minyak sehingga merugikan masyarakat.
3. Meminta kepada Kapolres Batu Bara, AKBP. Jose D.C. Fernandes, S.I.K untuk segera menangkap dan jadikan tersangka serta penjarakan oknum (mafia) minyak yang tidak bertanggungjawab. Karena kami menduga adanya eksplorasi dan eksploitasi minyak oleh oknum (mafia) serta melebihi batas izin, dan disinyalir tanpa adanya kontrak kerjasama demi kepentingan pribadi atau kelompok serta merugikan masyarakat kecil. Tentunya hal ini dinilai melanggar Undang-undang yang berlaku.
4. Meminta kepada Kepala Unit Polairud Batu Bara agar segera memberhentikan kegiatan pukat tarik (seines nets) dan pukat hela (trawl) serta dibumihanguskan. Akibat peristiwa ini kami menduga memiliki dampak yang krusial, seperti terancamnya biota laut, hancurnya habitat laut, dan membahayakan keselamatan pengguna, serta merugikan nelayan tradisional.
Setelah massa lama berorasi di bawah terik matahari, bersama aparat kepolisian dan Satpol-PP Batu Bara berhasil dilakukan mediasi terhadap para demonstran. Dengan kesepakatan diperbolehkan 5 orang untuk menemui Komisi dua yang membidangi Dinas Perikanan dan Peternakan.
Dengan pengawalan aparat kepolisian dan petugas Satpol-PP, Budi dan Helkin dan tiga orang temannya berhasil menemui ketua komisi dua dan para anggota lainnya.
Dalam pertemuan di ruangan komisi dua tersebut, Budi dan Helkin menuangkan segala persoalan isu yang menghimpit para nelayan tradisional. Setelah lama memaparkan satu persatu persoalan yang ada dilapangan, baru kemudian ditanggapi oleh Ketua Komisi Dua Mukhsin.
Ketua komisi dua yang juga sekretaris Nasdem, Mukhsin menanggapi atas segala isu yang disampaikan oleh PC IPNU. "Tentunya hal ini akan kami pelajari dulu. Kasih waktu dalam seminggu. Kami akan turun untuk melakukan sidak ke lapangan", jawabnya singkat.
Setelah melakukan pertemuan, massa aksi PC IPNU tampak keluar dari ruangan komisi dua dengan, aman, tertib tanpa ada keributan.