Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, mengecam keras aksi penembakan yang terjadi di Kantor Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, tepatnya pada Selasa (2/5) sekira pukul 11.24 Wib.
Dirinya menduga, aksi tersebut adalah perbuatan pihak yang tidak suka dengan harmonisasi di Indonesia. Apalagi saat itu pelaku yang ingin bertemu dengan Ketua MUI Miftachul Akhyar, tiba tiba emosi dan meletuskan beberapa tembakan ke arah Gedung MUI.
Kejadian itu pun mengakibatkan tiga pegawai MUI terluka ringan akibat serpihan kaca. Pelaku kemudian pingsan dan tewas usai melakukan aksi.
"Kami mengecam keras tindakan biadab pelaku tersebut. Penembakan yang terjadi di Kantor MUI Pusat itu adalah bentuk teror terhadap ummat Islam, terutama para ulama ulamanya. Apalagi tindakan teror ini dilakukan oleh terduga pelaku di kantor MUI yang notabene adalah tempat dimana para ulama berada," ungkap Sanni Abdul Fattah, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (4/5).
Sanni juga meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengungkap dengan jelas penyebab kematian terduga pelaku tersebut sekaligus mengungkap seterang terangnya motif pelaku.
"Tujuannya agar tidak terjadi atau tersiarnya berita bohong atau hoaks atas peristiwa ini," ungkapnya.
Sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, pria yang sangat familiar dengan awak media ini juga kembali mengingatkan kepada para Da'i, aktifis umat Islam dan para ulama, agar tetap waspada dimana pun berada.
"Karena saat ini dan beberapa waktu belakangan yang lalu sering kita lihat dan kita dengar banyak terjadi penyerangan terhadap para ulama dan ustadz yang terjadi di negeri ini," ujarnya.
Beberapa kejadian yang terjadi dengan banyak alasan terutama dengan alasan gangguan jiwa, menurut Sanni Abdul Fattah, harus tetap diwaspadai.
"Waspada dan berhati hati tentunya diperlukan, namun tanpa ada rasa takut yang berlebihan. Karena jelas ini merupakan teror yang harus diperhatikan dan jangan diabaikan," beber Ketua GNPF Ulama Kota Binjai tersebut.
Pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai ini juga meminta aparat kepolisian untuk mengungkap seksligus membuka seterang terangnya siapa pelaku penembakan di Kantor MUI Pusat.
"Sebab sudah beredar informasi bahwa ternyata si pelaku banyak menerima transferan hingga ratusan juta rupiah dari rekeningnya, bahkan kabarnya mencapai 200 jutaan lebih," bebernya.
Dengan banyaknya menerima transferan hingga ratusan juta rupiah, Sanni Abdul Fattah mengaku menjadi curiga terhadap pelaku.
"Pertanyaannya, apakah terduga pelaku tersebut merupakan orang suruhan yang sengaja menciptakan situasi panas atau ini merupakan titik awal dari tindakan tindakan yang mengarah kepada kriminalisasi terhadap para ulama. Untuk itu, kami meminta agar pihak kepolisian membuka kasus ini dengan jelas," demikian tutup Sanni Abdul Fattah.