Sabtu, 02 Mei 2026

Kadisnaker Perindag Kota Binjai Pantau Perkembangan Kasus WNI Terjebak di Kamboja

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Sabtu, 06 Agu 2022 12:26
Tangkapan layar WNI yang terjebak di Kamboja
 Istimewa

Tangkapan layar WNI yang terjebak di Kamboja

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnaker Perindag) Kota Binjai, Hamdani Hasibuan, hingga saat ini terus menyikapi kabar Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam situasi genting dan panas di Negara Kamboja. 

Sebab beredar kabar, dari puluhan WNI, ada warga Binjai yang terjebak dalam situasi genting dan panas di Kamboja tersebut.

Hamdani Hasibuan juga mengakui sudah berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). 

"Saya sudah menghubungi Kepala BP2MI untuk menanyakan hal ini. Jadi kita tidak bisa langsung kesana, tetap melalui prosedurnya ke BP2MI," kata Hamdani ketika ditemui di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (5/8) kemarin. 
Dirinya juga menjelaskan, pihaknya tidak dapat langsung ke sana dikarenakan prosedurnya memang harus melalui BP2MI. 

"Terus nanti berjenjang ke Jakarta atau Konjen disana. Begitu pun saya sudah menghubungi Kepala BP2MI untuk meminta perkembangan dan memantaunya serta melaporkan kepada kita terkait hal ini," kata Hamdani. 

Setelah memang nanti disana sudah dijadwalkan kepulangannya, lanjut Hamdani, selanjutnya Pemerintah Kota (Pemko) Binjai baru dapat bergerak untuk memfasilitasi mereka.

"Seperti kemarin yang di Ukraina," tutur Kadisnaker Perindag Kota Binjai ini. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Sayangnya, pria yang akrab disapa Dani ini belum dapat mengetahui berapa jumlah pasti WNI asal Kota Binjai yang terjebak di Sihanoukville, Negara Kamboja tersebut.

"Belum dapat data, yang sudah dapat itu masih Medan (asalnya). Namun Medan itu apakah Binjai, apakah Langkat, nanti kita lihat perkembangannya," ucapnya.

Dani juga kembali menegaskan kalau pihaknya sudah merespon seraya meminta tolong kepada BP2MI untuk membantu proses pemulangan mereka sekaligus mengabarkan perkembangan dan kondisi mereka disana. 

iklan peninggi badan
"Kalau memang sudah memungkinkan pemulangannya, berapa orang warga kami orang Binjai, ya kita fasilitasi kepulangannya. Alasannya karena kita tidak bisa langsung kesana," bebernya.

Pun begitu, Hamdani mengakui bahwa sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan maupun pengaduan dari keluarga WNI asal Binjai yang terjebak di sana. Bahkan dirinya juga belum dapat memastikan mereka yang bertolak ke Kamboja ini secara resmi atau ilegal. 

"Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Untuk itu kita menghimbau kalau memang bekerja ke luar negeri, sebaiknya menggunakan prosedur resmi supaya lebih aman dan terjamin," pintanya.

Sebelumnya, anggota DPRD Binjai dari fraksi Gerindra, Joko Basuki, mengungkapkan kalau ada belasan masyarakat asal Kota Binjai yang masih terjebak di Kamboja. Pria yang akrab disapa Jobas ini yakin kalau ada masyarakat Binjai yang terjebak di Kamboja setelah mengobrol langsung melalui video call. 

Dari video yang beredar, sekitar seratusan orang yang tergabung dalam massa yang diduga WNI, hendak kabur dari sebuah gedung bertingkat. Namun upaya melarikan diri mereka kandas karena dihadang oleh sekelompok yang diduga preman bersenjata tajam. 

Meski kelompok preman ini kalah jumlah, namun tetap saja seratusan WNI tidak berani menerobos mereka yang menenteng parang ataupun pedang.

Sementara berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum awak media, WNI asal Binjai yang terbang ke Kamboja dipekerjakan sebagai operator Judi Online (Judol) di sejumlah website. 

Mereka terbang ke Kamboja karena diajak langsung oleh terduga bandar yang disebut sebut merupakan etnis keturunan. Bahkan beredar kabar dari beberapa terduga bandar yang buka server di Kamboja juga bertempat tinggal di Kota Binjai.
Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️