Menindaklanjuti kondisi Stadion yang kian memprihatinkan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pemerintah Kota Binjai, Iwan, Selasa (25/1), menegaskan, bahwa anggaran perbaikan atau rehab berat stadion untuk tahun 2022, tidak ditampung.
Iwan juga mengakui, untuk perbaikan Stadion tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar. "Anggaran kita belum cukup untuk itu. Sehingga pemerintah melihat skala prioritas guna memusatkan anggaran yang ada," ucapnya.
Sejauh ini, lanjut Iwan, anggaran yang tertampung untuk Stadion hanya perawatan rumput dan kebersihan. "Sebenarnya kita juga ingin stadion itu bagus. Tidak hanya stadion, tapi GOR pun ingin kita poles agar lebih baik," tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan Iwan, guna melaksanakan visi misi Walikota dan Wakil Walikota Binjai, Dispora akan meningkatkan peran serta kepemudaan, kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda, serta meningkatkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, sambungnya, Dispora juga akan meningkatkan pengembangan dan keserasian kebijakan pemuda, melakukan pembinaan yang berkelanjutan terhadap atlet yang berprestasi, serta meningkatkan prestasi cabang olah raga prioritas.
"Kami juga akan melakukan pembinaan olahraga masyarakat yang telah ada dan mengembangkan olahraga prioritas dengan penyediaan sarana dan prasarana olahraga yang berkualitas," ungkapnya.
Iwan menambahkan, Dispora bersama KONI dalam waktu dekat juga mempersiapkan para atlit untuk bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprovsu) pada November 2022.
"Ada 17 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Porprovsu tahun ini, yakni bola voli, sepak bola, bulu tangkis, pencak silat, karate, drumband, atletik, biliar, taekwondo, wushu, tinju, tarung derajat, petanque, angkat berat, binaraga dan muaythai," bebernya.
"Kota Binjai sebagai penyanggah kota Medan siap dan mendukung Provinsi Sumatera Utara dan Aceh sebagai Tuan Rumah PON ke XXI dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) ke XVll Tahun 2024 dan besar harapan beberapa venue olahraga ada di Kota Binjai mengingat Kota Binjai sebagai Kota lintasan Medan -Aceh," demikian kata Iwan.