Sebentar lagi umat Islam akan memasuki Bulan Ramadhan 1446 H/2025 M. Bulan tersebut adalah bulan suci yang selalu dinantikan umat Islam setiap tahunnya dan akan menjalankan ibadah puasa wajib selama sebulan penuh.
Di Bulan Ramadhan ini, umat Islam tentunya akan sangat tersinggung dan marah apabila ada yang mencoba untuk menodai atau mengotori kemuliaan serta kesucian bulan yang sangat disucikan oleh umat muslim ini.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah. Menurutnya, guna menjaga kemuliaan dan kesucian Bulan Ramadhan, biasanya para aparat Pemerintahan seperti Pemprov, Pemko/Pemkab, Kodam, Kodim, Polda serta Polres, selalu menggelar razia Pekat (Penyakit masyarakat) seperti ke hotel-hotel atau tempat penginapan, kos-kosan, maupun tempat hiburan malam.
"Namun sepanjang yang Kami ketahui, jelang bulan Ramadhan tahun ini yang sebentar lagi akan tiba, hal tersebut sepertinya luput dan dibiarkan begitu saja. Kami melihat semuanya masih sibuk dengan euforia kemenangan pada Pilkada kemarin sehingga hal ini dilupakan," ungkap Sanni, saat di konfirmasi awak media, Selasa (18/2).
Sanni Abdul Fattah juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera menutup tempat tempat hiburan malam seperti diskotik, kafe kafe yang menyerupai diskotik atau kafe tuak yang selalu membuat resah masyarakat.
"Termasuk tempat yang jelas jelas akan menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya ummat islam, dalam menjalani ibadah di bulan ramadhan," ujarnya.
Untuk itu, sambung Sanni, pihaknya juga meminta kepada APH di tingkat Provinsi maupun di Kabupaten/Kota, agar segera melakukan razia di tempat tempat mungkar sekaligus menyampaikan agar mereka menghormati ibadah umat islam sebelum masuknya bulan suci Ramadhan.
"Biasanya selalu ada razia di awal awal masuknya bulan ramadhan. Namun sampai saat ini masih senyap alias tidak ada. Ada apa ini," ucapnya penuh tanya.
Sebagai tokoh agama Sumut, Sanni kembali mengingatkan jika di Bulan Ramadhan ini akan banyak aktifitas umat islam di hingga tengah malam seperti sholat tarawih dan tadarus. Bahkan sampai sholat Subuh seperti sahur.
"Maka dari itu kami meminta agar aparat pemerintah dan APH bisa menjaga kenyamanan umat islam dalam melaksanakan ibadah tersebut dari segala gangguan yang bisa saja datang dari siapapun dan pihak manapun. Karena bisa saja para begal akan berkeliaran untuk membuat kekacauan dan keributan, bahkan bisa saja akan mengancam nyawa umat islam yang akan melaksanakan ibadah di malam hari," tegasnya.
Ia juga menyoroti terkait aktifitas yang banyak dilakukan oleh sebagian umat islam usai Sholat Subuh di bulan suci ramadhan atau lebih akrab disebut "Asmara Subuh".
"Pada waktu itu, kami juga sangat berharap agar aparat pemerintah beserta APH dapat menjaga kekondusifan dan kenyamanan masyarakat, karena bisa saja terjadi gesekan antar para genk motor atau kelompok pemuda maupun remaja," bebernya.
Lebih lanjut dikatakan Sanni, sama sama diketahui jika saat ini banyak genk motor atau para remaja yang berkelompok. Hal itu bisa saja menyebabkan terjadi gesekan atau keributan saat mereka bertemu pada waktu Asmara Subuh.
"Jika hal itu terjadi, jelas perbuatan dan kelakuan mereka akan membuat kekacauan dan kekisruhan. Untuk itu kami juga meminta agar bentuk bentuk keramaian seperti itu dibubarkan saja karena lebih banyak mudaratnya," pintanya.
Terkhusus untuk Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah meminta kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar segera bergerak dan berbuat. Hal itu guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat muslim saat melaksanakan ibadah.
"Tapi mengapa sampai saat ini sepanjang yang kami lihat masih tenang tenang aja. Apa masih sibuk juga dengan euforia Pilkada sehingga hal ini dilupakan. Untuk itu kami tunggu kerja nyata dari Forkopimda Kota Binjai," demikian tutup Sanni Abdul Fattah.