Guna menekan kenaikan harga beras, Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah meluncurkan gerakan pangan murah yang dilaksanakan di seluruh Kabupaten Kota di tanah air.
Sayangnya, di Kota Binjai beras murah yang didistribusikan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) malah menuai permasalahan dan diduga merupakan beras berbahan plastik.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, T. Nurherlina, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pihaknya hanya sebagai fasilisator penyaluran pangan murah yang merupakan program Pemerintah Pusat yang dijalankan oleh Badan Pangan Nasional.
"Kami hanya sebagai fasilisator penyaluran pangan murah guna menekan kenaikan harga beras yang terjadi di tanah air. Dalam penyaluran pangan murah ini, Pemko Binjai menyalurkan beras dari Bulog," ucap T. Nurherlina, saat menggelar konfrensi pers di kantor Walikota Binjai, Selasa (10/10).
Nurherlina juga menjelaskan, sebelumnya pernah juga terjadi keluhan beras yang diduga berbahan plastik yang terjadi di Kabupaten Palas dan saat ini kecurigaan tersebut muncul dari video viral yang diposting oleh warga Kota Binjai baru baru ini.
"Sempat juga kecurigaan beras berbahan plastik ini terjadi di Kabupaten Palas dan saat ini terjadi di Kota Binjai. Namun Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian Kota Binjai bekerjasama dengan Kepolisian sudah mengambil sampel beras tersebut dan akan dilakukan uji laboratorium di Bogor," tegas wanita berhijab ini.
Sebelumnya, lanjut Nurherlina, Polres Binjai juga sudah mengambil sampel beras dengan merek Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk dengan meminta keterangan dari ibu rumah tangga yang membuat video viral tersebut.
Polres Binjai juga akan mengawal kasus tersebut hingga keluar hasil laboratorium dari Bogor yang diperkirakan akan diperoleh hasilnya pada sepuluh hari kedepan.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Badan Urusan Logistik (Bulog) Medan, Matius Prananta Sitepu, saat dikonfirnasi awak media mengatakan, sesuai arahan pimpinan, seharusnya pihaknya bertindak tegas dalam hal tersebut.
"Karena itu kerugian buat kami. Begitu pun kami sebagai perusahaan yang menstabilisasikan harga beras, tetap mengupayakan agar kwalitas dan mutu serta harga beras bisa terjangkau masyarakat," ucap Matius.
Begitu pun Matius menegaskan, pihaknya tetap mendukung dan menunggu arahan dari Pemerintah Daerah, Dinas Ketapang dan Polres Binjai. "Artinya kami mendukung upaya ini untuk mengklarifikasi upaya tersebut," demikian tutupnya seraya menambahkan bahwa sejauh ini terkait adanya dugaan beras plastik di Sumatera Utara, masih terjadi di Kota Binjai.