Sabtu, 02 Mei 2026

Dua Inspirator Muda Ini Jadikan Budaya Batak File Project di Sibolga dan Sipirok

Taput (utamanews.com)
Oleh: Winner Simanungkalit Kamis, 20 Okt 2022 10:20
Workshop pengrajin alat musik tradisional Batak di Kec. Siatas Barita, kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (19/10/2022)
 utamanews/Winner Simanungkalit

Workshop pengrajin alat musik tradisional Batak di Kec. Siatas Barita, kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (19/10/2022)

Frengki Talupan Sihombing dan keponakannya Hasiando Tambunan adalah dua pribadi yang punya keinginan untuk melestarikan seni budaya Batak.

Ditemui di salah satu workshop pengrajin alat musik tradisional Batak di Kec. Siatas Barita, kabupaten Tapanuli Utara Rabu (19/10/2022), keduanya sedang mengamati kepiawaian pemusik dalam memainkan alat musik tradisional Batak seperti Taganing, Hasapi dan Suling (red-Gendang, Kecapi dan Seruling).

Terlihat kedua Inspirator muda ini serius menonton sinkronisasi dari pemusik saat memainkan instrumen musik budaya tradisional Batak.
Kepada sejumlah media, Frengki Talupan Putera Sibolga ini menyampaikan, budaya Batak dalam bidang seni musik di sekitaran Tapanuli, semisal Kotamadya Sibolga sepertinya sudah hampir dilupakan atau dengan kata lain terpinggirkan.

Padahal menurutnya kota Sibolga dikenal dengan sebutan "Negeri berbilang Kaum", sehingga sebagai orang Batak Toba dan putra Tapanuli, Frengki terinspirasi untuk melestarikan Budaya seni Batak di wilayah Tapanuli, dengan mengembangkan berbenah dalam pengembangan sanggar budaya seni.
"Saya lihat perkembangan budaya Batak Toba seperti di wilayah kotamadya Sibolga sudah kurang perhatian, padahal Sibolga dikenal dengan "Negeri Berbilang Kaum" yang artinya berbilang budaya, makanya saya berusaha agar generasi muda bisa berperan mengembangkan seni budaya Batak", ungkap Frengki.
"Walaupun saya tidak bisa bermain musik namun saya penikmat seni. Akan tetapi sebagai orang Batak saya punya tanggung jawab untuk melestarikan dan mewariskan budaya Batak", ucapnya mengakhiri.

Sementara Hasiando Tambunan, pemuda usia 26 tahun Putera Sipirok Tapsel yang saat ini sedang menempuh Strata-II di USU, berpendapat, melestarikan Budaya Batak bisa dilakukan melalui sekolah sekolah dan sanggar seni, baik secara pangelaran maupun secara adat istiadat orang Batak.

Dan sebagai pimpinan Yayasan Pendidikan SMK, yang bergerak di bidang sekolah model industri di Sipirok, Hasiando Tambunan, mengungkapkan pelestarian Budaya Batak nantinya akan menjadi file project yang dibiayai sendiri.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Kedepan pelestarian Budaya seni Batak menjadi file project bagi yayasan, karena itu kita akan dirikan sanggar seni" dimana nantinya para generasi muda, akan tetap mengenal alat alat musik seni budaya tradisional Batak," imbuh Hasindo.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️